Seaplane Hadir di Bali, Upaya Ciptakan Konektivitas Baru dan Dorong Wisata
Jum'at, 21 Juni 2024 - 14:40 WIB
loading...
Baketrans Kemenhub menjajaki potensi Seaplane sebagai moda transportasi alternatif di Indonesia melalui uji coba penerbangan di Pantai Mertasari, Bali. Foto/Ist
A
A
A
BALI - Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjajaki potensi Seaplane sebagai moda transportasi alternatif di Indonesia melalui uji coba penerbangan di Pantai Mertasari, Bali. Uji coba ini menandakan langkah awal untuk menjadikan Bali sebagai hub Seaplane pertama di Indonesia, menghubungkannya dengan berbagai destinasi potensial lainnya.
Seaplane, atau pesawat amfibi, menawarkan solusi konektivitas unik dengan kemampuannya mendarat dan lepas landas di air maupun darat. Hal ini membuka peluang baru untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil, pulau-pulau kecil, dan destinasi wisata bahari yang sulit dijangkau dengan transportasi darat atau laut konvensional.
"Pengoperasian Seaplane di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, dapat menjadi alternatif transportasi penyeberangan, menghubungkan antar ibukota provinsi atau kota-kota besar, dan menjadi moda penghubung bagi wisatawan dari bandara utama ke destinasi wisata bahari," jelas Kepala Baketrans, Robby Kurniawan.
Bali dipilih sebagai lokasi pilot project karena popularitasnya sebagai destinasi wisata utama di Indonesia. Di tahun 2024, diproyeksikan bahwa Bali akan menerima 6,6 juta wisatawan, membuka peluang besar bagi Seaplane untuk melayani wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan pulau dengan cara yang unik dan efisien.
Baca Juga: Kemenhub Kaji Pemanfaatan Pesawat N-219 untuk Penerbangan Seaplane
Seaplane, atau pesawat amfibi, menawarkan solusi konektivitas unik dengan kemampuannya mendarat dan lepas landas di air maupun darat. Hal ini membuka peluang baru untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil, pulau-pulau kecil, dan destinasi wisata bahari yang sulit dijangkau dengan transportasi darat atau laut konvensional.
"Pengoperasian Seaplane di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, dapat menjadi alternatif transportasi penyeberangan, menghubungkan antar ibukota provinsi atau kota-kota besar, dan menjadi moda penghubung bagi wisatawan dari bandara utama ke destinasi wisata bahari," jelas Kepala Baketrans, Robby Kurniawan.
Bali dipilih sebagai lokasi pilot project karena popularitasnya sebagai destinasi wisata utama di Indonesia. Di tahun 2024, diproyeksikan bahwa Bali akan menerima 6,6 juta wisatawan, membuka peluang besar bagi Seaplane untuk melayani wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan pulau dengan cara yang unik dan efisien.
Baca Juga: Kemenhub Kaji Pemanfaatan Pesawat N-219 untuk Penerbangan Seaplane
Lihat Juga :