Preman Bayaran Ngamuk di Grobogan, Warga Hadang dan Bongkar Kios Karaoke Ilegal

Jum'at, 21 Juni 2024 - 13:27 WIB
loading...
A A A
Warga yang semakin geram kemudian menyisir seluruh kios permanen milik Budi Haryanto. Mereka menemukan beberapa kios yang telah beralih fungsi menjadi ruang karaoke ilegal. Warga menuntut Budi Haryanto untuk menghentikan rencananya membangun ruang karaoke karena melanggar aturan dan meresahkan masyarakat.

Wakil Kepala Administratur Perhutani KPH Gundih, Teguh Yuli Anggoro, menjelaskan bahwa lahan yang menjadi sengketa antara pedagang dengan pemilik kios permanen adalah milik Perhutani, dan Perhutani telah memberikan izin kepada para pedagang untuk mendirikan lapak.

Teguh menegaskan bahwa Perhutani tidak akan tinggal diam terkait somasi yang dilayangkan Budi Haryanto karena tidak berlandaskan hukum yang kuat. "Pemilik bangunan kios permanen tersebut juga tidak pernah berkomunikasi dengan Perhutani terkait penggunaan lahan," jelas Teguh.

Para pedagang menuntut kepolisian untuk menindak tegas Budi Haryanto beserta preman bayarannya karena telah bertindak anarkis. Sementara itu, pihak Perhutani telah memberikan surat edaran terkait kepemilikan lahan kepada pihak desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah Grobogan. Perhutani juga akan melaporkan tindakan arogan dan anarkis jika pemilik bangunan masih nekat melanjutkan tindakannya.

Akibat peristiwa ini, beberapa pedagang di Sulursari kini tidak bisa berjualan karena kios mereka telah hancur dan barang-barang dagangan rusak. Mereka bersama Perhutani akan terus mempertahankan hak mereka yang diancam oleh pemilik kios permanen. Pedagang juga mengancam akan menutup paksa kios milik Budi jika masih nekat beroperasi sebagai ruang karaoke ilegal.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragis, Mobil Rombongan...
Tragis, Mobil Rombongan Pengantar Haji Tertabrak Kereta, 4 Tewas Termasuk 2 Balita
Preman Tanah Abang Pemalak...
Preman Tanah Abang Pemalak Sopir Bajaj Ditangkap Polisi
Aksi Pemalakan Kembali...
Aksi Pemalakan Kembali Terjadi di Tanah Abang, Preman Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu
Kronologi Mobil Pelat...
Kronologi Mobil Pelat Luar Jakarta Dipalak Bang Jago di Kebon Kacang Tanah Abang
34 Desa di Grobogan...
34 Desa di Grobogan Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak
Penagihan Paksa Mata...
Penagihan Paksa Mata Elang Menjurus Aksi Premanisme
Tanggul Grobogan dan...
Tanggul Grobogan dan Demak Jebol, Banjir Kepung Jawa Tengah
Kerap Getok Tarif Parkir!...
Kerap Getok Tarif Parkir! Preman Tanah Abang Diburu Polisi
Prabowo Apresiasi Satgas...
Prabowo Apresiasi Satgas PKH yang Kerap Hadapi Preman dan Tak Disorot Kamera
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Berita Terkini
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved