Preman Bayaran Ngamuk di Grobogan, Warga Hadang dan Bongkar Kios Karaoke Ilegal

Jum'at, 21 Juni 2024 - 13:27 WIB
loading...
Preman Bayaran Ngamuk...
Beberapa kios semi permanen yang berdiri di lahan milik Perhutani di Grobogan dirusak preman bayaran. Foto/Ist
A A A
GROBOGAN - Beberapa preman bayaran mengamuk dan menghancurkan beberapa kios semi permanen yang berdiri di lahan milik Perhutani di Grobogan . Aksi ini memicu kemarahan warga yang kemudian menghadang dan menghentikan paksa tindakan para preman tersebut.

Ketegangan pun sempat terjadi antara warga dan preman bayaran, namun berhasil diatasi dengan kehadiran pihak kepolisian. Dalam sebuah video amatir yang beredar, terlihat tujuh preman dari Semarang, Jawa Tengah, merusak beberapa kios pedagang di sepanjang Jalan Pasar Sulursari, Kecamatan Gabus, Grobogan pada Jumat (21/6/2024) pagi.

Puluhan warga dan pedagang Pasar Sulursari segera menghadang dan menghentikan aksi brutal tersebut. Warga yang geram nyaris menghakimi preman-preman tersebut sebelum akhirnya polisi dari Polsek Sulursari tiba dan mengamankan mereka.

Menurut kesaksian warga, ketujuh preman tersebut mengaku disewa oleh Budi Haryanto, pemilik kios permanen yang berdiri di belakang kios semi permanen milik pedagang. Budi merasa kios pedagang yang berdiri di tanah milik Perhutani melanggar aturan dan menutup akses ke kios permanennya. Budi bahkan telah melayangkan somasi kepada pihak Perhutani untuk segera menggusur seluruh kios pedagang.

Baca Juga: Banjir Landa Kabupaten Grobogan, Sekolah Diliburkan

Suhanto, pemilik kios potong rambut, mengaku kaget karena kiosnya hancur dirusak oleh para preman bayaran sekitar pukul setengah lima pagi sebelum para pemilik kios tiba di lokasi. "Saya kecolongan, kios potong rambut saya sudah hancur saat saya tiba," kata Suhanto.

Para pedagang menyatakan bahwa mereka memiliki izin dari pihak Perhutani KPH Gundih, Geyer, Grobogan, Jawa Tengah, untuk memanfaatkan lahan kosong di sepanjang Jalan Pasar Sulursari. Sementara itu, ketujuh preman yang nyaris dihakimi massa kini telah diamankan di Polsek Sulursari.

Warga yang semakin geram kemudian menyisir seluruh kios permanen milik Budi Haryanto. Mereka menemukan beberapa kios yang telah beralih fungsi menjadi ruang karaoke ilegal. Warga menuntut Budi Haryanto untuk menghentikan rencananya membangun ruang karaoke karena melanggar aturan dan meresahkan masyarakat.

Wakil Kepala Administratur Perhutani KPH Gundih, Teguh Yuli Anggoro, menjelaskan bahwa lahan yang menjadi sengketa antara pedagang dengan pemilik kios permanen adalah milik Perhutani, dan Perhutani telah memberikan izin kepada para pedagang untuk mendirikan lapak.

Teguh menegaskan bahwa Perhutani tidak akan tinggal diam terkait somasi yang dilayangkan Budi Haryanto karena tidak berlandaskan hukum yang kuat. "Pemilik bangunan kios permanen tersebut juga tidak pernah berkomunikasi dengan Perhutani terkait penggunaan lahan," jelas Teguh.

Para pedagang menuntut kepolisian untuk menindak tegas Budi Haryanto beserta preman bayarannya karena telah bertindak anarkis. Sementara itu, pihak Perhutani telah memberikan surat edaran terkait kepemilikan lahan kepada pihak desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah Grobogan. Perhutani juga akan melaporkan tindakan arogan dan anarkis jika pemilik bangunan masih nekat melanjutkan tindakannya.

Akibat peristiwa ini, beberapa pedagang di Sulursari kini tidak bisa berjualan karena kios mereka telah hancur dan barang-barang dagangan rusak. Mereka bersama Perhutani akan terus mempertahankan hak mereka yang diancam oleh pemilik kios permanen. Pedagang juga mengancam akan menutup paksa kios milik Budi jika masih nekat beroperasi sebagai ruang karaoke ilegal.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragis, Mobil Rombongan...
Tragis, Mobil Rombongan Pengantar Haji Tertabrak Kereta, 4 Tewas Termasuk 2 Balita
Preman Tanah Abang Pemalak...
Preman Tanah Abang Pemalak Sopir Bajaj Ditangkap Polisi
Aksi Pemalakan Kembali...
Aksi Pemalakan Kembali Terjadi di Tanah Abang, Preman Palak Sopir Bajaj Rp100 Ribu
Kronologi Mobil Pelat...
Kronologi Mobil Pelat Luar Jakarta Dipalak Bang Jago di Kebon Kacang Tanah Abang
34 Desa di Grobogan...
34 Desa di Grobogan Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak
Penagihan Paksa Mata...
Penagihan Paksa Mata Elang Menjurus Aksi Premanisme
Tanggul Grobogan dan...
Tanggul Grobogan dan Demak Jebol, Banjir Kepung Jawa Tengah
Kerap Getok Tarif Parkir!...
Kerap Getok Tarif Parkir! Preman Tanah Abang Diburu Polisi
Prabowo Apresiasi Satgas...
Prabowo Apresiasi Satgas PKH yang Kerap Hadapi Preman dan Tak Disorot Kamera
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Berita Terkini
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved