Dua Bayi Tewas Mengenaskan Diusut Polres Rembang
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 17:03 WIB
loading...
Suasana makam Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, saat makam bayi akan dibongkar.(Foto/Inews TV/Musyafa Musa)
A
A
A
REMBANG - Polres Rembang saat ini mengusut dua kasus pembunuhan bayi yakni di Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan dan Desa Trahan, Kecamatan Sluke. Kedua bayi tewas mengenaskan namun dengan cara berbeda.
Khusus di Desa Trahan, bayi yang lahir di dalam kamar mandi toko, tempat sang ibu bekerja. Wanita berusia 27 tahun dari Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang tersebut, kemudian meminta tolong kepada warga di sekitar TKP, seolah-olah usai melahirkan, bayinya langsung meninggal dunia.
Setelah itu, jenazah bayi dimakamkan di pemakaman umum Desa Dadapan Kecamatan Sedan. Merasa curiga, penyidik Polsek Sluke perlu membongkar makam bayi tersebut.
Kepala Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Zuber Utsman saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sebatas membantu pembongkaran makam, sesuai arahan kepolisian. (BACA JUGA: Diperkenalkan di Paris Airshow, Tumbang saat Krisis Moneter dan Berakhir di Museum)
“Soal kenapa dan bagaimana peristiwanya, kita tidak tahu menahu. Saat kita diminta pak polisi menyiapkan sarana pra sarana pembongkaran makam, ya kita laksanakan, “ ujarnya.
Khusus di Desa Trahan, bayi yang lahir di dalam kamar mandi toko, tempat sang ibu bekerja. Wanita berusia 27 tahun dari Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang tersebut, kemudian meminta tolong kepada warga di sekitar TKP, seolah-olah usai melahirkan, bayinya langsung meninggal dunia.
Setelah itu, jenazah bayi dimakamkan di pemakaman umum Desa Dadapan Kecamatan Sedan. Merasa curiga, penyidik Polsek Sluke perlu membongkar makam bayi tersebut.
Kepala Desa Dadapan, Kecamatan Sedan, Zuber Utsman saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sebatas membantu pembongkaran makam, sesuai arahan kepolisian. (BACA JUGA: Diperkenalkan di Paris Airshow, Tumbang saat Krisis Moneter dan Berakhir di Museum)
“Soal kenapa dan bagaimana peristiwanya, kita tidak tahu menahu. Saat kita diminta pak polisi menyiapkan sarana pra sarana pembongkaran makam, ya kita laksanakan, “ ujarnya.
Lihat Juga :