alexametrics

Melalui Festival Tiga Gunung, Lembata Pamer Keindahan di Kuta

loading...
Melalui Festival Tiga Gunung, Lembata Pamer Keindahan di Kuta
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Wayan Dharmawa (tengah) meresmikan Festival Tiga Gunung disaksikan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur (kanan). Foto/SINDOnews/Bambang Taruna
A+ A-
BADUNG - Keindahan alam Nusa Tenggara Timur (NTT) tak dapat dibantah. Terdiri dari seribu lebih gugusan pulau, NTT menyimpan pesona nan eksotis. Tak terkecuali Lembata.

Melalui Festival Tiga Gunung, Pemkab Lembata memamerkan pesona wilayahnya. Festival Tiga Gunung digelar di Lippo Mall Kuta, Bali, Rabu (24/4/2019).

Bali dipilih sebagai lokasi event karena sudah jadi pusat tujuan wisata Indonesia untuk wisatawan domestik maupun luar negeri. “Maka dari itu tujuan jangka pendeknya adalah bagaimana wisatawan yang ada di Bali bergeser ke Lembata, entah melalui Kupang atau Labuan Bajo,” kata Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat membuka Festival Tiga Gunung. (Baca juga: Sejuta Pesona Lembata Tersaji di Festival Tiga Gunung)



Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Dharmawa mengatakan, Bali dan NTB paling banyak memiliki ratusan gugusan pulau. Sementara NTT ribuan pulau. “Kalau saja satu pulau bisa sama besar pariwisatanya seperti Bali maka akan membuat NTT akan lebih sejahtera masyarakatnya melalui pariwisata,” ujarnya.

Wayan menambahkan Eliaser merupakan salah satu bupati yang memiliki terobosan dalam memajukan pariwisata Lembata. “Saya tidak heran kalau Pak Bupati Lembata dapat penghargaan untuk pariwisata yang baru saja diberikan yakni IVL KORAN SINDO dan SINDOnews untuk kategori The Best Tourism Innovation,” tuturnya. Dengan terobosan serupa dilakukan kepala daerah lain maka ia yakin 10 tahun ke depan pariwisata di NTT akan lebih maju lagi.
(poe)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak