Tiga Gelombang Serangan Banten, Cirebon dan Demak ke Pakuan Tamatkan Kerajaan Pajajaran

Rabu, 12 Juni 2024 - 06:08 WIB
loading...
Tiga Gelombang Serangan...
Banten, Cirebon dan Demak hancurkan pertahanan kuat Kerajaan Pajajaran di Pakuan. Foto/Ilustrasi
A A A
Kerajaan Pajajaran terkenal kekuatannya. Bahkan ketika Kerajaan Banten melakukan serangan dan berusaha menaklukkannya mereka dibuat kewalahan. Banten harus menyerang dalam tiga kali guna menguasai istana Pajajaran, warisan dari Prabu Siliwangi.

Menariknya Kerajaan Banten tak sendiri menyerang Pajajaran, melainkan meminta bantuan koalisi dari Kesultanan Demak dan Cirebon. Hal tentu yang dinilai tak masuk akal, bagaimana menggambarkan kekuatan Pajajaran usai sisa-sisa kejayaannya.

”Serangan gabungan tiga kerajaan Islam inilah yang akhirnya mengakhiri perlawanan Kerajaan Pajajaran di tanah Sunda,” demikian dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran".

Baca Juga: Kisah Asmara Gajah Mada dengan 3 Wanita yang Menggegerkan Majapahit

Kuatnya benteng pertahanan Pajajaran yang dibangun sejak Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, membuat pasukan Banten kembali dan mundur. Tetapi serangan itu menyisakan duka bagi Kerajaan Pajajaran yang saat itu dipimpin Ratu Dewata, pasca-raja Surawisesa mangkat.

Sebab dua punggawa terkenal dan disegani di Pajajaran yakni Tohaan Ratu Sarendet dan Tohaan Ratu Sangiang gugur di medan peperangan. Perlahan tapi pasti, dukungan kerajaan kecil di bawah kekuasaan Pajajaran mulai hilang.

Hal ini menjadi kesempatan lagi bagi Banten untuk kembali menyerang Pakuan. Apalagi ini diperkuat saat raja sudah dihiraukan lagi oleh masyarakat sebab tidak ada kepedulian dalam menyejahterakan rakyatnya.

Catatan sejarah menuliskan ada tiga kali gelombang serangan Banten ke Pakuan, Ibu Kota Pajajaran. Serangan ini dilakukan saat masa pemerintahan Ratu Dewata, atau setelah Surawisesa lengser.

Baca Juga: Misteri Garis Lurus Imajiner 3 Peninggalan Kerajaan Singasari, Majapahit dan Gunung Arjuno

Diperkirakan dari catatan sejarah serangan ini terjadi sekitar 1535 Masehi hingga 1543 Masehi yang membuat dua punggawa kerajaan gugur.Serangan kedua terjadi saat pemerintahan Prabu Nilakendra sekitar tahun 1551 Masehi hingga 1567 Masehi.

Di mana dikisahkan dalam suatu naskah “Alah prengrang mangka tan nitih ring kadat-wan” yang artinya kalah perang, karena itu tidak tinggal di keraton. Serangan dari pasukan Banten, Raja Nilakendra terpaksa melarikan diri dari istana ke sebuah wilayah di Sukabumi selatan.

Adapun serangan ketiga yang dinilai benar-benar membuat riwayat Kerajaan Pajajaran tamat saat Pajajaran dipimpin oleh Ragamulya. Dimana ia merupakan raja terakhir dari Pajajaran yang memerintah sekitar tahun 1567 hingga 1579 Masehi.

Namun ia memindahkan pusat pemerintahan ke Pulasari, Pandeglang, bukan lagi di ibu kota Pakuan Pajajaran, yang berhasil dihancurkan Banten di serangan keduanya.

Tetapi pada akhirnya serangan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten membuat Kerajaan Pajajaran benar-benar luluh lantak. Sang Raja Prabu Ragamulya Suryakancana berhasil dibunuh oleh prajurit Banten di Pulasari, Pandeglang.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Rektor UBK Dapat Gelar...
Rektor UBK Dapat Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Mas Suryo dari Keraton Demak
Festival Budaya Surosowan...
Festival Budaya Surosowan Peringati Masa Kejayaan Kesultanan Banten
Asal Usul Jagakarsa...
Asal Usul Jagakarsa di Jakarta Selatan, Terinspirasi dari Nama Pangeran
Rekomendasi
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved