Bupati Minta Usut Kasus Bayi Meninggal Dalam Kandungan di RS Batara Siang
Kamis, 20 Agustus 2020 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
"Keluarga kami 10 hari di rumah sakit sama sekali tidak di tangani oleh dokter kandungan (secara langsung) cuma chat lewat WA-nya bidan jaga. Bayi meninggal dalam kandungan umur 7 bulan sama sekali dokter kandungannya tidak menampakkan batang hidungnya," kata Hikmah saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pangkep, dr Dewi Lestari Santika telah meminta klarifikasi dari dokter yang bersangkutan. Dewi menyayangkan sikap sang dokter yang tidak meminta dokter kandungan lain menangani pasien tersebut.
Baca juga: Polisi Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Kanal Sukaria Panakkukang
Diketahui, dokter yang menangani pasien tersebut mengaku tak memeriksa langsung selain karena aturan COVID-19 , juga karena tengah demam.
Terkait sanksi, pihak IDI menyerahkan kepada instansi tempat dokter bekerja. "Pihak RSBS sudah berikan sanksi, surat peringatan. Kalau suratnya ditembuskan ke IDI pasti kami baru kami bisa bersikap soal sanksi. Yang jelas untuk saat ini, secara internal RS sudah diselesaikan," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pangkep, dr Dewi Lestari Santika telah meminta klarifikasi dari dokter yang bersangkutan. Dewi menyayangkan sikap sang dokter yang tidak meminta dokter kandungan lain menangani pasien tersebut.
Baca juga: Polisi Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Kanal Sukaria Panakkukang
Diketahui, dokter yang menangani pasien tersebut mengaku tak memeriksa langsung selain karena aturan COVID-19 , juga karena tengah demam.
Terkait sanksi, pihak IDI menyerahkan kepada instansi tempat dokter bekerja. "Pihak RSBS sudah berikan sanksi, surat peringatan. Kalau suratnya ditembuskan ke IDI pasti kami baru kami bisa bersikap soal sanksi. Yang jelas untuk saat ini, secara internal RS sudah diselesaikan," ucapnya.
(luq)
Lihat Juga :