Kisah Perjalanan Mpu Sindok, Memindahkan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno ke Timur
Minggu, 09 Juni 2024 - 07:28 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan Prasasti Turyan, Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan ke Tamlang. Namun, satu tahun kemudian, dia memindahkan lagi pusat pemerintahannya dari Tamlang ke Watugaluh, sebagaimana tertulis dalam Prasasti Paradah dan Prasasti Anjukladang. Alasan utama pemindahan ini adalah kondisi alam Bhumi Mataram yang tertutup dari dunia luar pasca erupsi Gunung Merapi. Hal ini menyulitkan perkembangan kerajaan sesuai dengan visi Mpu Sindok.
Tamlang dan Watugaluh, di sisi lain, menawarkan peluang yang lebih besar. Kedua lokasi ini lebih terbuka untuk mengembangkan aktivitas perdagangan dengan dunia luar. Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas menjadi jalur penting yang menghubungkan pedalaman dengan pantai, memudahkan perdagangan dan komunikasi. Selain itu, tanah di Tamlang dan Watugaluh masih subur, memberikan dasar yang kuat untuk pertanian dan pengembangan ekonomi.
Selain alasan geografis dan ekonomi, pemindahan ibu kota juga memiliki alasan politik. Mpu Sindok ingin menghindari serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Setelah Dinasti Sailendra terdesak dari Jawa Tengah dan menetap di Sumatera, mereka menjadi ancaman serius bagi Dinasti Sanjaya di Mataram. Memindahkan pusat pemerintahan ke timur adalah strategi Mpu Sindok untuk mengamankan kerajaan dari ancaman eksternal.
Dengan memindahkan ibu kota kerajaan, Mpu Sindok berhasil membawa Mataram Kuno ke era baru. Perubahan ini tidak hanya menyelamatkan kerajaan dari bencana alam dan ancaman politik, tetapi juga membuka peluang baru untuk perkembangan ekonomi dan perdagangan. Kerajaan Mataram Kuno pun terus berkembang, mewujudkan visi Mpu Sindok untuk membangun kerajaan yang kuat dan makmur, siap menyongsong masa depan yang gemilang.
Tamlang dan Watugaluh, di sisi lain, menawarkan peluang yang lebih besar. Kedua lokasi ini lebih terbuka untuk mengembangkan aktivitas perdagangan dengan dunia luar. Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas menjadi jalur penting yang menghubungkan pedalaman dengan pantai, memudahkan perdagangan dan komunikasi. Selain itu, tanah di Tamlang dan Watugaluh masih subur, memberikan dasar yang kuat untuk pertanian dan pengembangan ekonomi.
Selain alasan geografis dan ekonomi, pemindahan ibu kota juga memiliki alasan politik. Mpu Sindok ingin menghindari serangan dari Kerajaan Sriwijaya. Setelah Dinasti Sailendra terdesak dari Jawa Tengah dan menetap di Sumatera, mereka menjadi ancaman serius bagi Dinasti Sanjaya di Mataram. Memindahkan pusat pemerintahan ke timur adalah strategi Mpu Sindok untuk mengamankan kerajaan dari ancaman eksternal.
Dengan memindahkan ibu kota kerajaan, Mpu Sindok berhasil membawa Mataram Kuno ke era baru. Perubahan ini tidak hanya menyelamatkan kerajaan dari bencana alam dan ancaman politik, tetapi juga membuka peluang baru untuk perkembangan ekonomi dan perdagangan. Kerajaan Mataram Kuno pun terus berkembang, mewujudkan visi Mpu Sindok untuk membangun kerajaan yang kuat dan makmur, siap menyongsong masa depan yang gemilang.
(hri)
Lihat Juga :