alexametrics

Banjir Bandang Terjang 7 Kelurahan di Bima NTB, Ratusan Rumah Terendam

loading...
Banjir Bandang Terjang 7 Kelurahan di Bima NTB, Ratusan Rumah Terendam
Kondisi banjir bandang yang menerjang 7 kelurahan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Foto/Edy Irawan
A+ A-
BIMA - Diguyur hujan selama satu jam, ratusan rumah di 7 Kelurahan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir bandang sejak Kamis (28/3/2019) sore.

Banjir bandang akibat luapan sungai ini terjadi sekitar pukul 15.00 wita setelah hujan lebat terjadi di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima. (Baca Juga: Danau Sentani Meluap, 2.764 Kepala Keluarga Mengungsi)

Sejumlah rumah warga pun terlihat digenangi air yang disertai lumpur hingga mencapai 1 meter. Banjir ini juga memaksa sebagian warga harus mengungsi ke wilayah yang aman.



Kabid kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bima, Masrin S.Pt mengatakan, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan, sehingga sungai yang membela kelurahan Jatibaru meluap ke pemukiman.

"Banjir ini akibat luapan sungai Jatibaru, sehingga menggenangi pemukiman. Ada 7 Kelurahan terdampak dan 879 kepala keluarga yang rumahnya terendam," kata Masrin, Jumat pagi (29/3/2019).

Ketujuh kelurahan yang terdampak itu yakni Kelurahan Jatibaru, Melayu, Nae, Jatiwangi, Santi, Sarae dan Ule. Untuk Kelurahan Jatibaru sebanyak 340 KK yang rumahnya digenangi air, Jatiwangi terdapat 70 KK, Nae 180 KK, Santi sebanyak 45 KK, Sarae 50 KK dan Ule 87 KK.

Sementara di Kelurahan Melayu sebanyak 220 KK yang rumahnya terendam. Banjir melanda sejumlah Kelurahan di Kota Bima ini, kata Masrin, sempat membuat warga harus mengungsi ditempat yang lebih tinggi. Semua tim BPBD langsung terjun ke lapangan untuk mengevakuasi warga dan barang berharga lainnya.

"Kami menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian untuk membantu warga. Saat banjir meluap memang ada puluhan kepala keluarga yang mengungsi karena khawatir banjir semakin membesar," ujarnya.

Hingga pada pukul 17.00 WITA, banjir yang melanda kawasan pemukiman di beberapa kelurahan itu dilaporkan sudah berangsur surut. Sejumlah warga pula, sejak Kamis malam hingga Jumat pagi, sudah mulai membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur.

"Diharapkan juga agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang adanya banjir susulan. Namun tetap siaga dan waspada," tuturnya.

Banjir bandang yang menerjang beberapa kawasan di Kota Bima ini, tidak hanya merendam pemukiman. Luapan sungai dengan ketinggian air hampir mencapai 1 meter itu juga menggenangi seluruh ruas jalan.

Akibat air yang menggenang, jalur lalu lintas di wilayah itu terganggu. Sementara itu, lahan persawahan juga ikut terendam.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut. Sedangkan kerugian yang ditimbulkan masih dihitung.

"Korban jiwa tidak ada. Sementara ini korban harta benda lainnya masih dalam pendataan," jelas Masrin.
(rhs)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak