Danau Sentani Meluap, 2.764 Kepala Keluarga Mengungsi

Kamis, 21 Maret 2019 - 07:31 WIB
Danau Sentani Meluap,...
Danau Sentani Meluap, 2.764 Kepala Keluarga Mengungsi
A A A
SENTANI - Tak hanya banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga di Sentani mengungsi ke tempat aman. Meluapnya air danau Sentani yang naik setinggi 2 meter secara tiba-tiba membuat ribuan kepala keluarga yang tinggal di pinggiran kawasan danau Sentani, Kabupaten Jayapura terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman.

Dari data yang didapatkan melalui posko induk banjir bandang, sebanyak 2.764 kepala keluarga (KK) yang tinggal dipingir kawasan danau Sentani Kabupaten Jayapura saat ini tidak bisa menempati rumahnya lagi. Hal disebabkan, meluapnya air danau Sentani.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, akibat banjir bandang yang terjadi di Kota Sentani menyebabkan luapan air danau Sentani yang luar biasa.“Banjir itu juga menjadikan danau Sentani sebagai tempat sampah termasuk tempat berserakannya mayat dari Kota Sentani. Kini, Danau Sentani dipenuhi sampah dari segala jenis sehingga air danau sudah tak bisa lagi dikonsumsi masyarakat danau,” ungkap Mathius Awoitauw ketika meninjau kampung Putali ditengah danau Sentani, Rabu (20/3/2019).

Saat ini, menurut Mathius Awoitauw, para korban dan pengungsi sangat membutuhkan air bersih yang cepat. "Kejadian itu, akhirnya membuat masyarakat dipinggir danau mengungsi ke gereja dari 24 kampung di 4 distrik tersebut,” ujarnya.

Mathius melanjutkan, peristiwa banjir bandang seperti ini tak pernah terjadi selama sejarah orang Sentani, terlebih di danau Sentani sebab air danau naik luar biasa setinggi dua meter lebih.

"Tingginya curah hujan saat ini yang terjadi beberapa hari kedepan air danau Sentani akan semakin naik dan tentunya itu akan memperparah rumah warga, Maka saya keliling disemua lokasi di danau Sentani untuk melihat dukungan logistik dirasakan warga danau Sentani yang mengungsi di sejumlah gereja. Dan kenyataan dukungan logistik kurang lancar sehingga itu akan dikomunikasi dengan tim penanggulangan bencana banjir bandang di posko induk,” katanya

Mathius mengungkapkan,masyarakat saat ini membutuhkan tenda,air bersih,listrik dan bama termasuk selimut dan kebutuhan bagi anak-anak bayi. "Dan memenuhi itu, relawan gereja disini siap bekerja sama dengan tim penanggulang bencana banjir bandang,” ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Hal yang Dilakukan Ketika...
Hal yang Dilakukan Ketika Terjadi Bencana Banjir Bandang
Tiga Orang Dikabarkan...
Tiga Orang Dikabarkan Hilang Terseret Banjir Bandang Sukabumi
Bencana Banjir Bandang...
Bencana Banjir Bandang di Spanyol Menewaskan 95 Orang
Sejumlah Rumah Warga...
Sejumlah Rumah Warga di Tapian Dolok Terendam Banjir
Banjir Bandang Rendam...
Banjir Bandang Rendam Ratusan Rumah pada Empat Kecamatan di Luwu
Banjir Bandang di Brasil...
Banjir Bandang di Brasil Tewaskan 39 Orang
Berita Terkini
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
1 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
2 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
3 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
4 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
4 jam yang lalu
Perikhsa Riders Touring...
Perikhsa Riders Touring Perdana Malang-Bali, Bamsoet Tekankan Disiplin dan Persatuan
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved