Kisah Bung Karno Yakinkan Jenderal Soedirman untuk Pulang ke Yogyakarta usai Hadapi Belanda
Rabu, 05 Juni 2024 - 07:39 WIB
loading...
A
A
A
Akhirnya, Jenderal Soedirman setuju untuk kembali. Dengan fisik yang lemah, beliau diangkut menggunakan tandu. Di tengah perjalanan menuju Yogyakarta, Jenderal Soedirman memanggil Soeharto dan berkata dengan penuh haru, "Saya percayakan keselamatan negara dan keselamatanku kepadamu, Harto." Dengan suara rendah namun penuh keyakinan, Soeharto menjawab, "Insya Allah, Pak."
Di Piyungan, Jenderal Soedirman bertemu dengan Kepala Stafnya, Pak Simatupang, yang telah menyiapkan kendaraan dan pakaian kebesaran. Namun, Jenderal Soedirman memilih tetap mengenakan pakaian asalnya, dengan mantel tebal Australia yang membuatnya tampak gemuk meski tubuhnya kurus.
Sesampainya di Yogyakarta, Jenderal Soedirman disambut oleh rakyat yang berjubel sepanjang jalan. Beliau bertemu Bung Karno di Istana, di mana keduanya berpelukan hangat. Setelah itu, Jenderal Soedirman diarak ke alun-alun Keraton untuk menginspeksi barisan TNI.
Pertemuan dengan Bung Karno dan sambutan rakyat Yogyakarta menjadi momen yang sangat mengharukan. Jenderal Soedirman yang awalnya ragu kini melihat sendiri bagaimana Yogyakarta sudah aman di bawah kendali TNI. Ini menguatkan tekadnya bahwa perjuangan harus dilanjutkan hingga kedaulatan penuh tercapai.
Namun, kesehatan Jenderal Soedirman terus menurun. Pada tanggal 29 Januari 1950, setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, Jenderal Soedirman menghembuskan napas terakhirnya di Magelang. Duka mendalam menyelimuti seluruh bangsa. Pemakaman beliau diiringi upacara militer yang khidmat di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta, dengan penghormatan terakhir dari seluruh rakyat Indonesia.
Di Piyungan, Jenderal Soedirman bertemu dengan Kepala Stafnya, Pak Simatupang, yang telah menyiapkan kendaraan dan pakaian kebesaran. Namun, Jenderal Soedirman memilih tetap mengenakan pakaian asalnya, dengan mantel tebal Australia yang membuatnya tampak gemuk meski tubuhnya kurus.
Sesampainya di Yogyakarta, Jenderal Soedirman disambut oleh rakyat yang berjubel sepanjang jalan. Beliau bertemu Bung Karno di Istana, di mana keduanya berpelukan hangat. Setelah itu, Jenderal Soedirman diarak ke alun-alun Keraton untuk menginspeksi barisan TNI.
Pertemuan dengan Bung Karno dan sambutan rakyat Yogyakarta menjadi momen yang sangat mengharukan. Jenderal Soedirman yang awalnya ragu kini melihat sendiri bagaimana Yogyakarta sudah aman di bawah kendali TNI. Ini menguatkan tekadnya bahwa perjuangan harus dilanjutkan hingga kedaulatan penuh tercapai.
Namun, kesehatan Jenderal Soedirman terus menurun. Pada tanggal 29 Januari 1950, setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, Jenderal Soedirman menghembuskan napas terakhirnya di Magelang. Duka mendalam menyelimuti seluruh bangsa. Pemakaman beliau diiringi upacara militer yang khidmat di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta, dengan penghormatan terakhir dari seluruh rakyat Indonesia.
(hri)
Lihat Juga :