alexametrics

Tak Terima Dilarang Masuk Zona Bahaya Gunung Bromo, Bule Banting Petugas

loading...
Tak Terima Dilarang Masuk Zona Bahaya Gunung Bromo, Bule Banting Petugas
Beredar video amatir seorang wisatawan asal Jerman membanting petugas hingga terjatuh. Video berdurasi 21 detik ini menggambarkan seorang bule yang tidak terima dilarang petugas masuk ke zona larangan atau kawasan 1 kilometer dari bibir kawah Gunung Bromo
A+ A-
PROBOLINGGO - Beredar video amatir seorang wisatawan asing asal Jerman sedang beradu mulut dengan petugas dan kemudian membantingnya hingga terjatuh. Video berdurasi 21 detik ini menggambarkan seorang bule yang tidak terima dilarang petugas masuk ke zona larangan atau kawasan 1 kilometer dari bibir kawah Gunung Bromo karena sedang erupsi. Berbagai tanggapan netizen mengomentari video yang berdurasi sekitar 21 detik tersebut.

Kepala Resor Lautan Pasir Gunung Bromo Subur menjelaskan, sejak Bromo erupsi pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bekerja dengan instansi terkait seperti Satpol PP, Sukarelawan, BPBD untuk menjaga di lautan pasir untuk mengimbau agar wisatawan tidak memasuki zona larangan

"Nah pada Jumat pagi 22 Maret 2019 kemarin ada seorang wisatawan asing asal Jerman bernama Switt. Dari awal bule tersebut disarankan kembali namun masih tetap memasuki zona tak aman dan kemudian dikejar dengan trail dan terjadilah seperti yang di video tersebut. Namun kasus ini sudah selesai dan tidak ada permasalahan karena faktor salah paham saja,” kata Subur.




Sejak Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo erupsi dan PVMBG mengimbau agar radius 1 kilo meter steril dari aktivitas wisatawan dan masyarakat.

Pihak pengelola menerapkan pengawasan ketat kepada wisatawan yang bandel dan tetep nekad masuk zona larangan. “Pada dasarnya Bromo masih aman dan tetap dibuka untuk wisatawan asal tidak memasuki zona larangan,” tandasnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak