Konflik Internal Kerajaan Mataram, dari Penculikan Istri Penguasa hingga Raja Berkuasa 28 Hari Saja!
Sabtu, 01 Juni 2024 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Di dalam prasasti ini Sri Mahārāja dyah Wawa menyebut dirinya anak kryan ladheyan sang lumah ring alas, atau yang meninggal atau dicandikan di hutan. Temuan ini dihubungkan erat kaitannya dengan usaha penculikan kakaknya yang menjadi istri raja Rakai Kayuwangi, beserta anaknya.
Rakryan Londhayan yang gagal melaksanakan misinya akhirnya melarikan diri masuk hutan dan meninggal dalam pelarian, atau bisa jadi dia tertangkap oleh pasukan raja Rakai Kayuwangi yang mengejarnya, dan dia dibunuh di dalam hutan tempat persembunyiannya.
Rupa-rupanya intrik dalam istana tidak terbatas pada satu kejadian itu saja. Terbukti setelah Rakai Kayuwangi ada beberapa raja penggantinya yang hanya memerintah dalam waktu yang pendek.
Baca juga; Sosok Pramodhawardani Raja Perempuan Pertama Kerajaan Mataram Kuno
Mereka itu adalah Dyah Tagwas yang memerintah delapan bulan. Rakai Panumwangan Dyah Dewendra memerintah selama satu tahun empat bulan karena digulingkan dari takhta. Rake Gurunwangi Dyah Bhadra, yang hanya memerintah 28 hari sebelum dia melarikan diri dari keratonnya.
Rakryan Londhayan yang gagal melaksanakan misinya akhirnya melarikan diri masuk hutan dan meninggal dalam pelarian, atau bisa jadi dia tertangkap oleh pasukan raja Rakai Kayuwangi yang mengejarnya, dan dia dibunuh di dalam hutan tempat persembunyiannya.
Rupa-rupanya intrik dalam istana tidak terbatas pada satu kejadian itu saja. Terbukti setelah Rakai Kayuwangi ada beberapa raja penggantinya yang hanya memerintah dalam waktu yang pendek.
Baca juga; Sosok Pramodhawardani Raja Perempuan Pertama Kerajaan Mataram Kuno
Mereka itu adalah Dyah Tagwas yang memerintah delapan bulan. Rakai Panumwangan Dyah Dewendra memerintah selama satu tahun empat bulan karena digulingkan dari takhta. Rake Gurunwangi Dyah Bhadra, yang hanya memerintah 28 hari sebelum dia melarikan diri dari keratonnya.
(wib)
Lihat Juga :