alexametrics

Kendari Mencekam, Gubernur Hentikan Aktivitas 15 Perusahaan Tambang

loading...
Kendari Mencekam, Gubernur Hentikan Aktivitas 15 Perusahaan Tambang
Bentrok antara mahasiswa dengan kepolisian terjadi di Kantor Gubernur Sulteng. Massa menuntut dihentikannya penambangan di Pulau Wanoii.Foto/MNC Media/Rahmat Buhari
A+ A-
KENDARI - Kerusuhan unjuk rasa menolak tambang di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, terus berlanjut hingga Senin (11/3/2019) malam. Aksi lempar batu hingga lemparan kayu mewarnai protes kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menyikapi tuntutan masyarakat Pulau Wawonii, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sulteng), Ali Mazi menghentikan sementara aktivitas 15 perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Pantauan MNC Media di lapanga, hingga Senin malam kerusuhan terus berlanjut, dentuman suara tembakan gas air mata harus dilepaskan aparat kepolisian ke arah mahasiswa. Melihat kondisi gangguan keamanan yang kian sulit terkendali, polisi pun langsung mengejar dan mengamankan sejumlah pengunjuk rasa.



Sebelumnya, ribuan mahasiswa dari berbagai elemen dan universitas meminta Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi untuk menemui pengunjuk rasa, namun Gubernur tak juga menemui para demonstran.

Dalam tuntutannya, salah satu perwakilan pengunjuk rasa meminta Gubernur Ali Mazi mencabut seluruh izin usaha pertambangan (IUP) di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan.(Baca: Mahasiswa Seret Kawat Berduri, Demo di Kantor Gubernur Sultra Kembali Rusuh)

Sementara itu, Gubernur Sulteng, Ali Mazi mengatakan, pihaknya mengambil keputusan untuk menghentikan aktivitas sebanyak 15 perusahaan tambang di Pulau Wanoii."Aktivitas 15 perusahaan tambang dihentikan," kata Ali Mazi kepada wartawan di rumah dinasnya pada Senin malam.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak