alexametrics

Atasi Kebakaran Hutan, 800 Kg Garam Ditebar di Langit Riau

loading...
Atasi Kebakaran Hutan, 800 Kg Garam Ditebar di Langit Riau
Satgas Udara penanggulangan kebakaran hutan Riau kembali melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Kabupaten Bengkalis dan Siak. Foto/Banda
A+ A-
PEKANBARU - Satgas Udara penanggulangan kebakaran hutan Riau kembali melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Kegiatan ini dilakukan untuk menurunkan hujan buatan.

Kadis Ops (Kepala Dinas Operasi) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel Jajang Setiawan mengatakan, pihaknya melakukan modifikasi cuaca di dua wilayah pada Senin (4/3/2019). (Baca Juga: 1 Heli Water Bombing Dikerahkan Lagi ke Riau untuk Padamkan Kebakaran Hutan)

"Hari ini kita melakukan modifikasi cuaca di Kabupaten Bengkalis dan Siak," kata Jajang, Senin (4/3/2019).



Dia menjelaskan, operasi modifikasi cuaca hari ini menghabiskan 800 Kg garam. Operasi menyemai garam dilakukan dengan menggunakan pesawat jenis Cassa.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo melakukan peninjauan kebakaran hutan dan lahan di Riau, kemarin. Mantan Danjen Kopasus ini terbang ke Kabupaten Bengkalis yang merupakan daerah terparah kebakaran.

"Operasi TMC dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana kebakaran," imbuh Doni. (Baca Juga: Kabut Asap, Ribuan Warga Riau Terserang Penyakit)

Letjen TNI Doni Monardo meminta semua pihak terlibat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Ulama merupakan salah satu pihak yang diminta bekerja sama.

"Kita harus melibatkan ulama dalam penanggulangan kebakaran. Ini karena mayoritas masyarakat di Riau beragama Islam," ucap mantan Danjen Kopassus ini saat melakukan kunjungan kerja di Pekanbaru Senin (4/3/2019).

Dia meminta para ulama ini memberikan pemahaman kepada umat bahwa melakukan pembakaran sangat merugikan. Buka lahan dengan cara bakar harus ditinggalkan.

Ulama harus menyampaikan kepada warga bahwa membakar hutan itu dilarang oleh agama. Kita harus bisa untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat agar dapat memberikan wawasan terkait dampak pembakaran hutan," tegasnya.
(rhs)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak