Ganti Rugi Proyek Waduk Ciawi dan Sukamahi Diduga Bermasalah

Rabu, 27 Februari 2019 - 19:21 WIB
Ganti Rugi Proyek Waduk...
Ganti Rugi Proyek Waduk Ciawi dan Sukamahi Diduga Bermasalah
A A A
BOGOR - Mega proyek Waduk Ciawi dan Sukamahi, Megamendung Kabupaten Bogor, Jawa Barat diduga bermasalah. Karena ada sejumlah warga yang tanahnya belum mendapat pembayaran ganti rugi hingga kini. Padahal sebelumnya Presiden Jokowi menargetkan mega proyek tersebut telah selesai Januari 2019. (Baca: Atasi Banjir Jakarta, Bendungan Ciawi dan Sukamahi Target Selesai 2019)

Selain itu ganti rugi juga diduga tidak sesuai dengan seharusnya yang dibayarkan dan lagi ada laporan warga yang luas tanahnya berkurang atau tidak sesuai setelah diukur oleh Panitia Pelaksana Pengadaan Tanah Waduk Sukamahi Kabupaten Bogor.

Salah satunya adalah tanah adat milik dr Adjit Singh Gill dengan No 139/233 Persil No 95 Kelas D IV Blok Kidul seluas 3.077 meter persegi sesuai pengikatan akta jual beli notaris Tintin Lestari tertanggal 4 September 2013 namun versi Pelaksana Pengadaan Tanah Waduk Sukamahi Kabupaten Bogor hanya 1.614 meter persegi.

Adjit mengaku, saat pengukuran oleh BPN Kabupaten Bogor pihaknya tidak diikutsertakan dalam penunjukan batas batas untuk pengukuran dalam menentukan ganti rugi yang akan dibayarkan.

"Justru yang terjadi hanya beberapa orang saja yang dipanggil untuk diukur tanahnya. Yang terjadi malah tanah-tanah itu dibuatkan gambar-gambar orang disana yang fiktif yang tidak punya tanah sama sekali, " kata Adjit kepada SINDOnews, Rabu (27/2/2019). Selain itu, kata dia, proses ganti rugi lahannya pun terkesan diulur ulur hingga dua tahun lamanya tanpa kejelasan.

"Saya dan beberapa warga tidak pernah diajak rapat untuk menentukan nilai ganti rugi. Kalau pun ada rapat itu dilakukan sepihak oleh pihak pembebasan lahan padahal warga dan dirinya selalu menunggu dan siap hadir jika diundang rapat oleh panitia pembebasan. Setelah menunggu lama masyarakat dihadapkan dengan pilihan harus mengambil ganti rugi yang ditentukan secara sepihak jika tidak mau silahkan ambil di pengadilan," papar Adjit.

Karenanya, kata Adjit, pemerintah diminta segera menyelesaikan proyek ganti rugi dengan transparan dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Proyek ini berhubungan dengan tim pembebasan tanah yang ditunjuk negara dimana mereka adalah orang-orang pemerintah yang beri tugas dan kewajiban untuk menyelesaikan masalah itu. Jangan malah konspiratif memakai wewenang dengan sewenang wenang. Jadi kewajiban pemerintah untuk mengawal pelaksanaan proyek sesuai janji presiden jokowi sebelumnya," tandas Adjit.

Sementara Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Agustyarsyah ketika dihubungi SINDOnews melalui pesan WhatsApp (WA) terkait masalah pembebasan lahan tidak menjawab pertanyaan yang dikirimkan SINDOnews sejak Rabu pagi (27/2/2019) hingga Rabu malam.

Terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Bambang Hidayah ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp juga tidak membalas pesan yang dikirimkan SINDOnews.
(sms)
Berita Terkait
Tinjau Proyek Bendungan...
Tinjau Proyek Bendungan di Bogor, Ridwan Kamil: Dalam Waktu Dekat Selesai
Pro Kontra Pembangunan...
Pro Kontra Pembangunan Waduk Lambo, 2 Suku Adat di Nagekeo Nyaris Bentrok
Ibu-ibu Teriak Histeris...
Ibu-ibu Teriak Histeris di Jalan, Hadang Petugas Pengukuran Lahan Waduk Lambo
Miliki Peran Strategis,...
Miliki Peran Strategis, Menko Airlangga Dorong Penyelesaian Bendungan Sukamahi
Tangis Pecah di Nagekeo,...
Tangis Pecah di Nagekeo, Polisi Bongkar Paksa Barikade Ibu-ibu Penolak Pembangunan Waduk Lambo
Pembangunan Waduk Kamal...
Pembangunan Waduk Kamal Jakarta Barat Masih Proses Pembebasan Lahan
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
1 jam yang lalu
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
3 jam yang lalu
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
3 jam yang lalu
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
11 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
12 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
14 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved