alexametrics

Dipukuli 2 Teman, Mata Siswa SMA Muhamadiyah 01 Pekalongan Nyaris Buta

loading...
Dipukuli 2 Teman, Mata Siswa SMA Muhamadiyah 01 Pekalongan Nyaris Buta
Mata MNF seorang siswa kelas 10 SMA Muhamadiyah 01 Pekalongan Jawa Tengah nyaris buta dan harus diperban karena dipukuli dua teman sekolahnya. Foto iNews TV/Suryono S
A+ A-
PEKALONGAN - Mata MNF seorang siswa kelas 10 SMA Muhamadiyah 01 Pekalongan Jawa Tengah nyaris buta dan harus diperban karena dipukuli dua teman sekolahnya. Pengeroyokan terhadap putra pasangan Buwono dan Rahmi Sukmawati warga Desa Tangkil Kulon, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah ini, dilakukan sesama rekannya sendiri, Jumat lalu 22 Februari di kantin sekolah saat jam pelajaran.

Korban MNF saat ini tidak berangkat ke sekolah dan hanya di rumah saja kondisi kesehatanya masih belum pulih. Dia, menuturkan tidak tahu penyebabnya tiba- tiba dipukuli dua orang kawannya itu di kantin sekaloh .

“Saya tidak ada masalah sebelumnya dan bergaul seperti biasa, namun tiba- tiba beberapa teman saya memanggil ke kantin lalu langsung memukuli saya. Mata dan perut saya dipukul hingga saya terjatuh, yang paling sakit mata,” tuturnya, Selasa siang (26/2/2019).



Dia menuturkan, penyebab dianiaya karena dituduh wajahnya menantang sehingga pelaku marah. “Saya dianggap menantang padahal saya tidak tahu ada masalah apa, sehingga mereka mengeroyok saya rami- ramai,“ jelasnya.

Disebutkan yang diketahui memukul ada dua anak yaitu insial RM dan DK , memukuli bagian wajah hingga kena mata dan perut. Dia bersama keluarga lalu memeriksakan ke rumah sakit dan ternyata pembuluh darah di mata pecah serta darah menggumpal hingga matanya nyaris buta.

“Pembuluh darah pecah dan ada darah menggumpal dimata sehingga sampai kini masih sakit dan tidak bisa melihat,“ jelas korban.

Kondisi mata harus diperban untuk tindakan medis lanjutan, sedang perut dan badan masih sakit semua karena bekas pukulan beberapa kali itu.

Sementara Ibu Eni, penjual di kantin sekolah, menyebutkan tiba- tiba saja sekelompok siswa kelas 10 itu memukuli korban.

“Saya tidak tahu persis masalahnya apa, tiba- tiba ada beberapa anak memukuli kawannya dan sempat saya teriak agar bubar dan terlihat korban sudah memegang mata serta perutnya,“ jelas Ny Eni.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu, mendengar adanya laporan penganiayaan tersebut langsung ke lokasi kejadian. Kapolres melihat langsung lokasi TKP dan meminta keterangan sejumlah pihak yang ada di SMA ini.

“Kami akan meminta keterangan korban juga pelaku dan saksi yang melihat kejadian selain itu juga akan memeriksa CCTV sekolah. Penyebab penganiayaan masih belum jelas, namun diduga akibat masalah ketersinggungan atau kenakalan pelajar,” jelas AKBP Ferry Sandi Sitepu.

Kepala SMA Muhamadiyah Pekalongan 01 Fauzy menyebutkan, pemukulan terjadi saat siswa baru selesai ulangan harian di kantin sekolah. “Pihak sekolah sebenarnya sudah memediasi dan mendamaikan antara pelaku korban serta keluarganya,” kata Fauzy.

Siswa korban pemukulan masih didampingi sekolah untuk pengobatan hingga sembuh. Diharapkan persoalan ini bisa selesai dan siswa kembali bersekolah seperti biasa.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak