alexametrics

5 Kali Luncurkan Awan Panas, Status Gunung Merapi Masih Waspada

loading...
5 Kali Luncurkan Awan Panas, Status Gunung Merapi Masih Waspada
Status Gunung Merapi masih berada di level II atau Waspada, meskipun intensitas aktvitasnya menunjukkan peningkatan. Foto/Istimewa
A+ A-
SLEMAN - Status Gunung Merapi masih berada di level II atau Waspada, meskipun intensitas aktvitasnya menunjukkan peningkatan. Bahkan Gunung Merapi terpantau kembali memuntahkan awan panas menjelang sore ini.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis informasi, awan panas guguran terjadi pukul 14.21 WIB. Sejak [agi sudah lima kali memuntahkan awan panas dan mengarah ke Kali Kendol. Radius tiga kilometer dari puncak harus steril dari aktivitas warga.

“Telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 14.21 WIB dengan durasi 63 detik, arah ke Kali Gendol,” tulis petugas BPPTKG, dilansir dari akun Twitter @BPPTKG, Senin (18/2/2019).



Sebelumnya, terjadi guguran awan panas pada pagi hari. Jarak luncurnya cukup jauh, mencapai satu kilometer menuju arah Kali Gendol. Warga diimbau tetap tenang dan mewaspadai potensi hujan abu.

“Telah terjadi lima kali awan panas guguran di Gunung Merapi pada pukul 06.05 WIB, 06.13 WIB, 06.24 WIB, 06.25 WIB, dan 06.28 WIB dengan jarak luncur maksimum satu kilometer ke arah Kali Gendol,” terangnya.

“Awan panas guguran dan guguran lava berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga warga Merapi diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” tambahnya.

Berdasarkan pengamatan petugas, guguran Gunung Merapi hari ini periode 00.00-06.00 WIB, terekam 31 kali gempa guguran dengan durasi 12-92 detik. Terpantau dari CCTV tiga kali guguran ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 700-900 meter.

“Periode 06.00-12.00 WIB, berdasarkan data seismik, terekam 18 kali gempa guguran dengan durasi 21-71 detik. Terpantau dari CCTV Sembilan kali guguran ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 200-900 meter,” tuturnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak