alexametrics

Merapi Sudah Sering Batuk-Batuk, Jalur Evakuasi Malah Rusak Parah

loading...
Merapi Sudah Sering Batuk-Batuk, Jalur Evakuasi Malah Rusak Parah
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat Rapat Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Jateng di Gedung B lantai 5, Rabu (13/2/2019). SINDOnews/Ahmad Antoni
A+ A-
SEMARANG - Jalur evakuasi Merapi di Kabupaten Magelang, Klaten, dan Boyolali, saat ini kondisinya rusak cukup parah. Padahal aktivitas Gunung Merapi semakin meningkat dan sudah sering batuk-batuk.

Kerusakan jalur evakuasi akibat sering diguyur hujan dan aktivitas penambangan yang over dimensi and over load (ODOL). Jika tak segera diperbaiki, maka akan mengganggu dan membahayakan warga yang hendak mengungsi jika Gunung Merapi benar-benar erupsi.

"Perbaikan akan segera dilakukan. Nanti yang mengerjakan daerah setelah bantuan keuangan sudah cair," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, seusai Rapat Koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Jateng di Gedung B lantai 5, Rabu (13/2/2019).



Selain soal jalan rusak, pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat di lereng Merapi dan memanfaatkan radio komunitas untuk membantu memberikan sosialisasi dan edukasi soal mitigasi kebencanaan.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menambahkan, aktivitas Merapi saat ini setelah erupsi besar pada 2010, sifatnya kembali ke karakter aslinya. "Saat ini yang terjadi erupsi kecil-kecil. Yang harus diwaspadai justru awan panas," ujarnya.

Gayatri Indah Marliyani dari Fakultas Teknik Geologi UGM menandaskan, soal Merapi, masyarakat juga perlu diajak membaca potensi kegempaan dan mitigasinya. "Apa pun bencananya, dampak paling besar adalah masalah ekonomi," tandasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak