Santri Koma Dianiaya 16 Rekannya, Polisi Sita Barang Bukti Pengeroyokan

Rabu, 13 Februari 2019 - 14:08 WIB
Santri Koma Dianiaya...
Santri Koma Dianiaya 16 Rekannya, Polisi Sita Barang Bukti Pengeroyokan
A A A
TANAH DATAR - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang santri pada salah satu pesantren di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Dari dalam kamar Asrama Pria Delapan-Musa, Pondok Pesantren yang terletak di Jalan Raya Padang Panjang – Bukittinggi, Kawasan Panyalaian, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini polisi mengamankan sepasang sepatu.
Santri Koma Dianiaya 16 Rekannya, Polisi Sita Barang Bukti Pengeroyokan

Sepatu tersebut sebagai salah satu barang bukti yang diduga digunakan oleh salah satu dari 16 orang teman-teman korban untuk melakukan penganiayaan saat menuduhnya mencuri.
Santri Koma Dianiaya 16 Rekannya, Polisi Sita Barang Bukti Pengeroyokan

Sepatu milik TR (17) ini merupakan salah satu barang bukti yang diduga digunakan pelaku bersama 15 orang teman lainnya saat melakukan penganiayaan terhadap teman sekamarnya RA.
Santri Koma Dianiaya 16 Rekannya, Polisi Sita Barang Bukti Pengeroyokan

Pemukulan secara bergantian oleh teman-temannya membuat RA (17) pelajar kelas sepuluh internasional IPA pada Minggu malam,10 Februari 2019 sekitar pukul 21.00 WIB dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma.

Kapolsek Sepuluh Koto AKP Rita Suryanti menyebutkan, dugaan penganiayaan secara bersama-sama dilakukan bergantian.
Peristiwa berawal saat korban dituduh mencuri uang dan ponsel pada beberapa hari sebelumya.
Santri Koma Dianiaya 16 Rekannya, Polisi Sita Barang Bukti Pengeroyokan

“Akibat penganiayaan yang terus berlanjut hingga beberapa hari membuat korban tak sadarkan diri di dalam kamar hingga harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil Padang,” kata Kapolsek, Rabu (13/2/2019). Kasus dugaan penganiayaan ini dilaporkan oleh paman korban ke polisi dua hari setelah kejadian.

Kepada polisi, paman korban Deni Susendra (50) tahun warga Jorong Balai Gadang, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Sepuluh Koto mengatakan menurut dokter yang menangani korban RA hingga Selasa siang masih belum sadar karena mengalami geger otak dan pembocoran pada paru-paru. Pada tubuh korban juga terdapat luka lebam.

“Kasus dugaan penganiayaan di lingkungan pendidikan oleh pelajar ini masih dalam penyelidikan polisi. Jika masih di bawah umur polisi akan mengupayakan diversi,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Dituduh Curi HP, Santri...
Dituduh Curi HP, Santri Asal Bogor Dianiaya 16 Temannya hingga Gendang Telinga Pecah
Sandiaga Uno Bagikan...
Sandiaga Uno Bagikan Tips Investasi dengan Konsep Fast ke Santri Tanah Datar
2 Santri di Malang jadi...
2 Santri di Malang jadi Tersangka Penganiayaan
Geger! Santri Tewas...
Geger! Santri Tewas Diduga Dikeroyok 8 Temannya di Pondok Pesantren
Pemkab Tanah Datar Mulai...
Pemkab Tanah Datar Mulai Distribusikan Bantuan Beras
Sopir Travel Ini Nyambi...
Sopir Travel Ini Nyambi Jadi Pencuri Spesialis Barang di Jok Motor
Berita Terkini
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ketinggian Abu Mencapai 1.600 Meter
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,8...
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Ternate Maluku Utara Pagi Ini
2 jam yang lalu
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
9 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
11 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
11 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
11 jam yang lalu
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved