Kisah Marsdya Muhammad Syaugi Dimarahi Ibunya karena Usil Terbangkan Jet Tempur di Atas Atap Rumah
Jum'at, 17 Mei 2024 - 08:20 WIB
loading...
A
A
A
Saat mendekati titik tersebut, Syaugi bermanuver dengan kecepatan rendah, cukup rendah agar pesawatnya bisa dilihat dengan jelas oleh orang-orang di bawah.Suara gemuruh dari mesin jet tempur itu langsung menggetarkan langit Bogor, membuat banyak warga keluar dari rumah mereka dengan rasa penasaran dan sedikit cemas.
Di antara mereka, tampak ayah dan ibu Syaugi yang keluar dari rumah mereka, melihat ke atas dengan wajah penuh tanda tanya.“Saya sengaja terbang rendah agar bisa terlihat jelas,” kenang Syaugi dalam buku "TNI dan Dinamika Organisasi" karya Erik Purnama Putra. “Bapak dan ibu saya terlihat keluar rumah, terkejut dan mungkin sedikit cemas,” lanjutnya sambil tertawa.
Namun, keusilan itu tidak berakhir tanpa konsekuensi. Begitu Syaugi mendarat kembali di pangkalan, ia segera mendapat telepon dari ibunya. Alih-alih menerima pujian atau rasa bangga, Syaugi malah dimarahi. “Ibu saya marah besar. Beliau khawatir saya bisa jatuh,” cerita Syaugi sambil mengenang masa-masa itu dengan senyum. “Tapi memang seru waktu itu, traffic juga belum begitu padat,” tambahnya.
Syaugi, yang memulai kariernya di Lanud Iswahjudi dan juga pernah menerbangkan pesawat tempur F-5 Tiger, melanjutkan perjalanan kariernya dengan penuh prestasi. Setelah pensiun dari TNI AU, ia ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT MRT Jakarta, memperlihatkan bahwa pengabdiannya tidak berhenti di dunia militer saja.
Belum lama ini, Syaugi sempat menjadi Kapten Tim Pemenangan Nasional (Timnas) pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Pilpres 2024, Syaugi tetap menunjukkan dedikasi dan semangat yang sama. Pengumuman ini disampaikan oleh Anies Baswedan, yang menobatkan Syaugi sebagai ketua tim karena rekam jejaknya yang cemerlang, termasuk sebagai peraih Adhi Makayasa tahun 1984.
Di antara mereka, tampak ayah dan ibu Syaugi yang keluar dari rumah mereka, melihat ke atas dengan wajah penuh tanda tanya.“Saya sengaja terbang rendah agar bisa terlihat jelas,” kenang Syaugi dalam buku "TNI dan Dinamika Organisasi" karya Erik Purnama Putra. “Bapak dan ibu saya terlihat keluar rumah, terkejut dan mungkin sedikit cemas,” lanjutnya sambil tertawa.
Namun, keusilan itu tidak berakhir tanpa konsekuensi. Begitu Syaugi mendarat kembali di pangkalan, ia segera mendapat telepon dari ibunya. Alih-alih menerima pujian atau rasa bangga, Syaugi malah dimarahi. “Ibu saya marah besar. Beliau khawatir saya bisa jatuh,” cerita Syaugi sambil mengenang masa-masa itu dengan senyum. “Tapi memang seru waktu itu, traffic juga belum begitu padat,” tambahnya.
Syaugi, yang memulai kariernya di Lanud Iswahjudi dan juga pernah menerbangkan pesawat tempur F-5 Tiger, melanjutkan perjalanan kariernya dengan penuh prestasi. Setelah pensiun dari TNI AU, ia ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT MRT Jakarta, memperlihatkan bahwa pengabdiannya tidak berhenti di dunia militer saja.
Belum lama ini, Syaugi sempat menjadi Kapten Tim Pemenangan Nasional (Timnas) pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk Pilpres 2024, Syaugi tetap menunjukkan dedikasi dan semangat yang sama. Pengumuman ini disampaikan oleh Anies Baswedan, yang menobatkan Syaugi sebagai ketua tim karena rekam jejaknya yang cemerlang, termasuk sebagai peraih Adhi Makayasa tahun 1984.
(hri)
Lihat Juga :