Kisah Marsdya Muhammad Syaugi Dimarahi Ibunya karena Usil Terbangkan Jet Tempur di Atas Atap Rumah
Jum'at, 17 Mei 2024 - 08:20 WIB
loading...
Marsekal Madya (Marsdya) TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus saat masih berpangkat kapten dan bertugas sebagai pilot F-16 di Lanud Iswahjudi memiliki kisah usil. Foto/Instagram @aniesbaswedan
A
A
A
Di balik kisah heroiknya sebagai penerbang tempur dan peran pentingnya dalam berbagai misi kemanusiaan, Marsekal Madya (Marsdya) TNI (Purn) Muhammad Syaugi Alaydrus juga memiliki kenangan lucu yang tak terlupakan. Salah satunya adalah kisah usilnya saat masih berpangkat kapten, menerbangkan jet tempur F-16 di atas rumah orang tuanya di Bogor.
Pada suatu hari di tahun 1984, saat masih berpangkat kapten dan bertugas sebagai pilot F-16 di Lanud Iswahjudi, Syaugi memiliki ide usil yang berani dan tak terlupakan. Hari itu, ia sedang menjalani latihan rutin di langit Kota Bogor, kota yang dikenal dengan julukan Kota Hujan dan juga rumah bagi orangtuanya.
Syaugi, yang dikenal sebagai peraih Adhi Makayasa 1984, merancang sebuah rencana untuk mengejutkan kedua orangtuanya. Dengan cermat, ia berkoordinasi dengan petugas air traffic control (ATC) di Lanud Halim Perdanakusuma untuk meminta ruang udara di sekitar Bogor dikosongkan selama 10 menit.
Ia mengemukakan alasan bahwa ia sedang melaksanakan misi tertentu, sebuah alasan yang cukup meyakinkan untuk mendapatkan izin tersebut.Dengan persiapan yang matang, Syaugi mengarahkan pesawat F-16-nya menuju titik koordinat di mana rumah orangtuanya berada, tepat di samping sebuah masjid.
Baca Juga: Deretan Brevet Syaugi Alaydrus, Pati TNI AU yang Pernah Jadi Kepala Basarnas
Pada suatu hari di tahun 1984, saat masih berpangkat kapten dan bertugas sebagai pilot F-16 di Lanud Iswahjudi, Syaugi memiliki ide usil yang berani dan tak terlupakan. Hari itu, ia sedang menjalani latihan rutin di langit Kota Bogor, kota yang dikenal dengan julukan Kota Hujan dan juga rumah bagi orangtuanya.
Syaugi, yang dikenal sebagai peraih Adhi Makayasa 1984, merancang sebuah rencana untuk mengejutkan kedua orangtuanya. Dengan cermat, ia berkoordinasi dengan petugas air traffic control (ATC) di Lanud Halim Perdanakusuma untuk meminta ruang udara di sekitar Bogor dikosongkan selama 10 menit.
Ia mengemukakan alasan bahwa ia sedang melaksanakan misi tertentu, sebuah alasan yang cukup meyakinkan untuk mendapatkan izin tersebut.Dengan persiapan yang matang, Syaugi mengarahkan pesawat F-16-nya menuju titik koordinat di mana rumah orangtuanya berada, tepat di samping sebuah masjid.
Baca Juga: Deretan Brevet Syaugi Alaydrus, Pati TNI AU yang Pernah Jadi Kepala Basarnas
Lihat Juga :