Intrik dan Perpecahan di Kerajaan Pajajaran setelah Prabu Siliwangi Mangkat
Selasa, 14 Mei 2024 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Semasa memerintah Surawisesa dapat disebut lelah lahir batin. Selama menjabat sebagai susuhunan, negaranya terancam terus-menerus oleh peperangan. Beliau dinobatkan jadi raja pada tahun 1522, dan hanya tenang selama empat tahun pertama.
Pada tahun 1526, Surawisesa harus sudah menghadapi musuh di Banten yang kemudian merebak tak habis-habisnya. Portugis berjanji akan membantu Pajajaran tetapi tidak muncul-muncul.
Baca juga: Kisah Prabu Siliwangi, Buyutnya Dihadang dan Dibunuh Gajah Mada di Perang Bubat
Mereka baru datang pada tahun 1527 ketika pelabuhan Kalapa sudah dirampas dan pesisir utara sudah direbut oleh musuh. Pelabuhan-pelabuhan Sunda sudah tidak mampu memberikan penghasilan apa pun bagi negara. Bahkan mereka berbalik arah ancaman baru terhadap pusat kerajaan.
Raja-raja di daerah memanfaatkan kekacauan, lalu memberontak dan ingin melepaskan diri dari pusat. Negara warisan Sri Baduga menjadi acak-acakan dan terancam runtuh. Padahal keberhasilannya menjadi Susuhunan Pajajaran diraih dengan cara tak elok, memaksa dan melangkahi para saudara yang lebih tua dan yang lebih berhak.
Pada tahun 1526, Surawisesa harus sudah menghadapi musuh di Banten yang kemudian merebak tak habis-habisnya. Portugis berjanji akan membantu Pajajaran tetapi tidak muncul-muncul.
Baca juga: Kisah Prabu Siliwangi, Buyutnya Dihadang dan Dibunuh Gajah Mada di Perang Bubat
Mereka baru datang pada tahun 1527 ketika pelabuhan Kalapa sudah dirampas dan pesisir utara sudah direbut oleh musuh. Pelabuhan-pelabuhan Sunda sudah tidak mampu memberikan penghasilan apa pun bagi negara. Bahkan mereka berbalik arah ancaman baru terhadap pusat kerajaan.
Raja-raja di daerah memanfaatkan kekacauan, lalu memberontak dan ingin melepaskan diri dari pusat. Negara warisan Sri Baduga menjadi acak-acakan dan terancam runtuh. Padahal keberhasilannya menjadi Susuhunan Pajajaran diraih dengan cara tak elok, memaksa dan melangkahi para saudara yang lebih tua dan yang lebih berhak.
Lihat Juga :