Heboh Dugaan Perselingkuhan Kadis PUPR Kota Sukabumi, Ini Faktanya
Senin, 06 Mei 2024 - 09:20 WIB
loading...
A
A
A
”Itukan jelas anak saya. Saya banyak fotonya istri saya pun sudah mengetahui, bahwa itu foto anak saya. Bahkan pada saat foto itu diambil, istri saya pun ada di dalam mobil, hanya saja dia tidak keluar,” ujar Sony.
Pada saat itu, dirinya sedang jalan keluar bareng anaknya, karena diakuinya, mantan Kepala Bagian Protokol, Komunikasi, dan Dokumentasi Pimpinan Setda Kota Sukabumi tersebut, lebih romantis dengan anak dibandingkan dengan istrinya.
Baca Juga: Selingkuh hingga Lahirkan Bayi, 2 ASN Pemkab Gunungkidul Dipecat Tanpa Pesangon
”Ada satu lagi video itu adalah keponakan saya. Jadi waktu itu kita memang sedang mencari tempat untuk acara bukber keluarga. Itu pun foto lama, cuma ada orang iseng yang video dan menyebarkan informasi bahwa itu saya sedang bersama selingkuhan,” ucapnya.
Sony menambahkan, dirinya mengetahui dalang di balik penyebaran berita tersebut, dan menduga orang itu tidak menyukainya namun itu hal yang wajar. Alasannya, dirinya tidak bisa memaksa pribadi seseorang untuk menyukai atau membencinya.
”Tapi intinya jangan dulu berspekulasi yang negatif, masyarakat juga harus bijak untuk mendapatkan informasi. Berita itu juga kan baru dugaan bukan divonis benar, apalagi kan akhir-akhir marak sekali pemberitaan negatif terhadap rekan sejawat (kepala dinas) lainnya,” jelasnya.
Pada saat itu, dirinya sedang jalan keluar bareng anaknya, karena diakuinya, mantan Kepala Bagian Protokol, Komunikasi, dan Dokumentasi Pimpinan Setda Kota Sukabumi tersebut, lebih romantis dengan anak dibandingkan dengan istrinya.
Baca Juga: Selingkuh hingga Lahirkan Bayi, 2 ASN Pemkab Gunungkidul Dipecat Tanpa Pesangon
”Ada satu lagi video itu adalah keponakan saya. Jadi waktu itu kita memang sedang mencari tempat untuk acara bukber keluarga. Itu pun foto lama, cuma ada orang iseng yang video dan menyebarkan informasi bahwa itu saya sedang bersama selingkuhan,” ucapnya.
Sony menambahkan, dirinya mengetahui dalang di balik penyebaran berita tersebut, dan menduga orang itu tidak menyukainya namun itu hal yang wajar. Alasannya, dirinya tidak bisa memaksa pribadi seseorang untuk menyukai atau membencinya.
”Tapi intinya jangan dulu berspekulasi yang negatif, masyarakat juga harus bijak untuk mendapatkan informasi. Berita itu juga kan baru dugaan bukan divonis benar, apalagi kan akhir-akhir marak sekali pemberitaan negatif terhadap rekan sejawat (kepala dinas) lainnya,” jelasnya.
Lihat Juga :