5 Kabupaten di Sulsel Diterjang Banjir Bandang dan Longsor, Total 8 Tewas
Jum'at, 03 Mei 2024 - 21:26 WIB
loading...
Banjir bandang dan tanah longsor menerjang lima kabupaten di Sulsel, Jumat (3/5/2024), Bencana alam ini mengakibatkan total korban tewas menjadi 8 orang. Foto/Ist
A
A
A
LUWU - Banjir bandang dan tanah longsor menerjang lima kabupaten di Sulsel, Jumat (3/5/2024), Bencana alam ini mengakibatkan korban jiwa dan materi, hingga Jumat malam total korban tewas menjadi 8 orang.
Kelima daerah yang diterjang bencana alam itu yakni, Kabupaten Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, dan Sinjai.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Luwu, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
Di Kabupaten Luwu, tujuh warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Desa Buntu Sarek, Kecamatan, Latimojong, Luwu. Mereka meninggal karena tertimbun dan tidak sempat menyelamatkan diri saat rumah mereka diterjang longsor.
“Ada tujuh korban meninggal dunia akibat longsor di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel,” kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Pandolo kepada MNC Portal via pesan WhatsApp, Jumat (3/5/2024).
Sementara satu korban lagi berada di Kabupaten Sidrap. “Disini (Sidrap) 1 korban akibat bencana banjir,” tambah Amson Paddolo.
Sementara di Kabupaten Enrekang, Wajo, dan Sinjai, meski tidak ada korban meninggal dunia, tetapi ribuan warga terdampak. Akses jalan juga dilaporkan terputus.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Luwu, 7 Orang Tewas Tertimbun
Berdasarkan data yang diterima, banjir dan tanah longsor di lima daerah ini mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur jalan, jembatan, hanyutnya beberapa rumah, lahan pertanian dan kebun, serta empang terendam banjir.
Tim BPBD, Tagana dan personil lainnya sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. “Sementara kami masih melakukan penanganan bencana,” ujar Amson.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel juga menyebutkan, bencana yang terjadi di beberapa daerah di Sulsel akibat hujan deras yang melanda sejak Kamis (2/5/2024) malam hingga pagi tadi (Jumat, 3/5/2024) membuat ratusan warga mengungsi.
"Hari ini (3/5/2024) kami melakukan evakuasi dengan menurunkan 27 orang personil, baik itu dari Kantor SAR Makassar, Pos SAR Bone, Unit Siaga Sar Masamba, Palopo, Parepare,” katanya.
Mexianus mengatakan bahwa rescuer Basarnas Makassar bergabung dengan Unit Siaga SAR Parepare dengan berfokus di Kabupaten Sidrap, Pos SAR Bone berfokus di Kabupaten Wajo, Unit Siaga SAR Masamba dan Palopo, berfokus di Kabupaten Luwu, Kecamatan Suli dan Kera.
"Hingga saat ini, dari ketiga kabupaten tersebut, data yang kami peroleh, bahwa 91 orang selamat, 7 meninggal dunia dan dalam pencarian masih dalan pendataan,” lanjutnya.
Sementara ini data korban yang meninggal dunia di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, 7 orang, sementara satu orang yang meninggal di Sidrap akibat terseret banjir.
Kelima daerah yang diterjang bencana alam itu yakni, Kabupaten Luwu, Enrekang, Sidrap, Wajo, dan Sinjai.
Baca juga: Banjir Bandang Terjang Luwu, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
Di Kabupaten Luwu, tujuh warga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Desa Buntu Sarek, Kecamatan, Latimojong, Luwu. Mereka meninggal karena tertimbun dan tidak sempat menyelamatkan diri saat rumah mereka diterjang longsor.
“Ada tujuh korban meninggal dunia akibat longsor di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulsel,” kata Kepala BPBD Sulsel, Amson Pandolo kepada MNC Portal via pesan WhatsApp, Jumat (3/5/2024).
Sementara satu korban lagi berada di Kabupaten Sidrap. “Disini (Sidrap) 1 korban akibat bencana banjir,” tambah Amson Paddolo.
Sementara di Kabupaten Enrekang, Wajo, dan Sinjai, meski tidak ada korban meninggal dunia, tetapi ribuan warga terdampak. Akses jalan juga dilaporkan terputus.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Luwu, 7 Orang Tewas Tertimbun
Berdasarkan data yang diterima, banjir dan tanah longsor di lima daerah ini mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur jalan, jembatan, hanyutnya beberapa rumah, lahan pertanian dan kebun, serta empang terendam banjir.
Tim BPBD, Tagana dan personil lainnya sudah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. “Sementara kami masih melakukan penanganan bencana,” ujar Amson.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel juga menyebutkan, bencana yang terjadi di beberapa daerah di Sulsel akibat hujan deras yang melanda sejak Kamis (2/5/2024) malam hingga pagi tadi (Jumat, 3/5/2024) membuat ratusan warga mengungsi.
"Hari ini (3/5/2024) kami melakukan evakuasi dengan menurunkan 27 orang personil, baik itu dari Kantor SAR Makassar, Pos SAR Bone, Unit Siaga Sar Masamba, Palopo, Parepare,” katanya.
Mexianus mengatakan bahwa rescuer Basarnas Makassar bergabung dengan Unit Siaga SAR Parepare dengan berfokus di Kabupaten Sidrap, Pos SAR Bone berfokus di Kabupaten Wajo, Unit Siaga SAR Masamba dan Palopo, berfokus di Kabupaten Luwu, Kecamatan Suli dan Kera.
"Hingga saat ini, dari ketiga kabupaten tersebut, data yang kami peroleh, bahwa 91 orang selamat, 7 meninggal dunia dan dalam pencarian masih dalan pendataan,” lanjutnya.
Sementara ini data korban yang meninggal dunia di Desa Buntu Sarek, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, 7 orang, sementara satu orang yang meninggal di Sidrap akibat terseret banjir.
(shf)
Lihat Juga :