alexametrics

Merapi Berstatus Waspada, Jalur Evakuasi di Klaten Butuh Perbaikan

loading...
Merapi Berstatus Waspada, Jalur Evakuasi di Klaten Butuh Perbaikan
Sejumlah jalur evakuasi di wilayah Kabupaten Klaten dan Magelang mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Jawa Tengah mendesak pemerintah daerah (pemda) setempat harus segera melakukan perbaikan. SINDOnews/Antoni
A+ A-
SEMARANG - Sejumlah jalur evakuasi di wilayah Kabupaten Klaten dan Magelang mengalami kerusakan. Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Jawa Tengah mendesak pemerintah daerah (pemda) setempat harus segera melakukan perbaikan. Saat ini status Gunung Merapi masih pada level 2 atau waspada.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng Sarwa Pramana menyebutkan jalur evakuasi yang rusak di wilayah Klaten meliputi Kecamatan Kemalang, Manisrenggo dan Karangnongko. Yakni ruas jalan Ngemplakseneng-Panggang dan Panggang-Balerante di sisi barat. Dan, ruas jalan Surowono-Tegalmulyo dan Gorosan-Gemampir-Jiwan.

"Jalur evakuasi itu sangat dibutuhkan untuk mengungsikan warga ketika status Gunung Merapi berada pada level yang membahayakan, terutama jalur evakuasi yang ada di wilayah Klaten," kata Sarwa Pramana, Senin (14/1/2019).



"Sedangkan jalur evakuasi yang rusak di Kabupaten Magelang ada sekitar 400 meter dan untuk perbaikannya sudah diajukan ke provinsi. Mudah-mudahan untuk Magelang bisa diatasi APBD. Untuk Klaten pengajuannya Rp100 miliar lebih. Dari provinsi, saya mendengar sudah ada alokasi dana perbaikan itu," ungkapnya.

Dia berharap, bantuan provinsi untuk perbaikan jalur evakuasi di Klaten bisa diperhatikan, karena posisi waspada ini sudah memberi peringatan kepada pemerintah segera melakukan langkah-langkah antisipasi.

"Karena bila jalur evakuasi yang rusak belum segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan akan menghambat proses evakuasi saat terjadi erupsi," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak