Hasil Rapid Test 34 Tenaga Medis Reaktif Corona, Puskesmas di Paser Ditutup
Jum'at, 01 Mei 2020 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
“Setelah konsultasi dengan dokter paru, Dokter yang memeriksa pasien mencurigai bahwa pasien ada indikasi ke arah COVID-19, maka dibuatlah rujukan ke RSUD Panglima Sebaya," tambahnya.
Pada 21 Maret, pasien mengalami gejala mirip COVID-19. Namun pasien tidak lapor petugas medis. Lima hari setelah itu, barulah ia berobat ke Puskesmas Long Ikis.
Amir menjelaskan, sebelum alami demam, batuk, dan pilek, ternyata pasien pernah bepergian ke Kota Balikpapan dan Kota Samarinda pada 8 Maret lalu bersama dua kawannya. Saat ini, keduanya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan sedang menjalani isolasi di RSUD Panglima Sebaya, Paser.
“Kami mohon maaf, untuk sementara Puskesmas Long Ikis tak bisa melayani warga. Bagi yang memerlukan layanan kesehatan bisa ke Puskesmas Krayon dan Kayungo,” tutup Amir.
Pada 21 Maret, pasien mengalami gejala mirip COVID-19. Namun pasien tidak lapor petugas medis. Lima hari setelah itu, barulah ia berobat ke Puskesmas Long Ikis.
Amir menjelaskan, sebelum alami demam, batuk, dan pilek, ternyata pasien pernah bepergian ke Kota Balikpapan dan Kota Samarinda pada 8 Maret lalu bersama dua kawannya. Saat ini, keduanya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan sedang menjalani isolasi di RSUD Panglima Sebaya, Paser.
“Kami mohon maaf, untuk sementara Puskesmas Long Ikis tak bisa melayani warga. Bagi yang memerlukan layanan kesehatan bisa ke Puskesmas Krayon dan Kayungo,” tutup Amir.
(zil)
Lihat Juga :