Uji Coba Sekolah Tatap Muka, Khofifah Tinjau Sekolah di Kota Probolinggo
Selasa, 18 Agustus 2020 - 12:27 WIB
loading...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke salah satu sekolah di Kota Probolinggo. Foto/SINDOnews/Lukman
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke SMKN 2 dan SMAN 2 Kota Probolinggo untuk memantau pelaksanaan hari pertama uji coba sekolah tatap muka di sana.
Uji coba ini hanya diisi oleh 25 persen dan 50 persen siswa saja dari kondisi normal. Siswa kelas XII SMKN 2 Kota Probolinggo, Adam Nur Fadli menyampaikan pada Khofifah bahwa, selama pandemi dan belajar daring dia merasakan kesulitan dan mengalami keterbatasan.
Terutama karena mereka lebih banyak mata pelajaran yang membutuhkan praktik di laboratorium.
"Selama daring, saya hanya bisa belajar teori yang seharusnya dalam pembelajaran juga diterapkan praktik laboratorium. Kami kan sekolah jurusannya teknik, banyak praktiknya," katanya, Selasa (18/8/2020).
Sehingga, kata dia, saat ada uji coba belajar tatap muka dan ia mendapatkan giliran untuk masuk sekolah, ia menyambutnya dengan gembira dan antusias.
Namun, pembelajaran secara tatap muka yang digelar kali ini memang cukup terbatas. Untuk daerah dengan zona oranye, satu kelas hanya diisi dengan sembilan orang saja.
"Lebih baik langsung praktik, kalau hanya materi kita susah untuk paham karena tidak mempraktikkan," imbuh Adam.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar mengatakan, Kota Probolinggo masuk dalam kategori zona oranye, maka siswa yang diperbolehkan masuk kelas hanya 25% saja. Sedangkan yang lainnya melakukan pembelajaran secara daring di rumah masing-masing.
Uji coba ini hanya diisi oleh 25 persen dan 50 persen siswa saja dari kondisi normal. Siswa kelas XII SMKN 2 Kota Probolinggo, Adam Nur Fadli menyampaikan pada Khofifah bahwa, selama pandemi dan belajar daring dia merasakan kesulitan dan mengalami keterbatasan.
Terutama karena mereka lebih banyak mata pelajaran yang membutuhkan praktik di laboratorium.
"Selama daring, saya hanya bisa belajar teori yang seharusnya dalam pembelajaran juga diterapkan praktik laboratorium. Kami kan sekolah jurusannya teknik, banyak praktiknya," katanya, Selasa (18/8/2020).
Sehingga, kata dia, saat ada uji coba belajar tatap muka dan ia mendapatkan giliran untuk masuk sekolah, ia menyambutnya dengan gembira dan antusias.
Namun, pembelajaran secara tatap muka yang digelar kali ini memang cukup terbatas. Untuk daerah dengan zona oranye, satu kelas hanya diisi dengan sembilan orang saja.
"Lebih baik langsung praktik, kalau hanya materi kita susah untuk paham karena tidak mempraktikkan," imbuh Adam.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar mengatakan, Kota Probolinggo masuk dalam kategori zona oranye, maka siswa yang diperbolehkan masuk kelas hanya 25% saja. Sedangkan yang lainnya melakukan pembelajaran secara daring di rumah masing-masing.
Lihat Juga :