Longsor Tutup Jalan di Kolaka Utara, Ribuan Warga Ngapa Terisolasi
Senin, 22 April 2024 - 14:23 WIB
loading...
Jalan utama di Dusun 1 Desa Watumotaha, Kecamatan Ngapa, Kolaka Utara, Sulawesi Utara tertimbun longsor, Senin (22/4/2024). Foto: MPI/Muh Rusli
A
A
A
KOLAKA UTARA - Hujan deras mengguyur Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara membuat jalan utama di Dusun 1 Desa Watumotaha, Kecamatan Ngapa tertimbun longsor, Senin (22/4/2024). Lebih dari seribu warga di enam desa pegunungan terisolasi.
Pantauan iNews Media Group, longsor menimbun jalan tersebut sepanjang kurang lebih 50 meter dan tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Warga takut melintas lantaran kondisi tanah masih labil dan curam.
Camat Ngapa Abu Bakri mengatakan jalan tertimbun sekitar pukul 03.00 WITA. Lokasinya sekitar dua kilometer dari ruas jalan utama Kecamatan Ngapa.
Baca Juga: Petaka Tambang Nikel Illegal di Kolaka, Sekuriti Tewas Tertimbun Longsor
”Lebih seribu warga dusun tidak bisa keluar desa. Kami juga larang melintas karena bahaya dan ditakutkan dinding bukit tiba-tiba longsor susulan,” kata Abu, Senin (22/4/2024).
Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Pemkab Kolut karena dibutuhkan penanganan cepat dalam 1x24 jam kedepan. Pasalnya, masih ada satu titik longsor menuju Desa Parutellang yang juga membutuhkan penanganan alat berat.
”Ke Parutellang sudah bisa kami buka untuk akses jalan kaki. Kalau yang di Desa Nimbuneha itu kami was-was karena dinding bukitnya tinggi dan curam sehingga warga terkurung di desa mereka,” tutupnya.
Pantauan iNews Media Group, longsor menimbun jalan tersebut sepanjang kurang lebih 50 meter dan tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Warga takut melintas lantaran kondisi tanah masih labil dan curam.
Camat Ngapa Abu Bakri mengatakan jalan tertimbun sekitar pukul 03.00 WITA. Lokasinya sekitar dua kilometer dari ruas jalan utama Kecamatan Ngapa.
Baca Juga: Petaka Tambang Nikel Illegal di Kolaka, Sekuriti Tewas Tertimbun Longsor
”Lebih seribu warga dusun tidak bisa keluar desa. Kami juga larang melintas karena bahaya dan ditakutkan dinding bukit tiba-tiba longsor susulan,” kata Abu, Senin (22/4/2024).
Pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Pemkab Kolut karena dibutuhkan penanganan cepat dalam 1x24 jam kedepan. Pasalnya, masih ada satu titik longsor menuju Desa Parutellang yang juga membutuhkan penanganan alat berat.
”Ke Parutellang sudah bisa kami buka untuk akses jalan kaki. Kalau yang di Desa Nimbuneha itu kami was-was karena dinding bukitnya tinggi dan curam sehingga warga terkurung di desa mereka,” tutupnya.
Lihat Juga :