Merdeka dari Keterpurukan, Kang Emil Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi
Senin, 17 Agustus 2020 - 20:09 WIB
loading...
Gubernur Jabar saat menjadi pembina Upacara Peringatan HUT ke-75 RI di Gedung Sate, Senin (17/8/2020). Foto Humas Jabar
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memaparkan strategi pemulihan ekonomi Jabar yang terpuruk akibat pandemi COVID-19 dalam Peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia (RI) di Gedung Sate, Senin (17/8/2020).
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menekankan, pengendalian COVID-19 akan berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi yang akan dilakukan secara komprehensif, terukur, inovatif, dan kolaboratif setelah perekonomian Jabar terpukul telak karena mengalami kontraksi hingga minus 5,98 persen. (Baca: Jabar Dorong Sektor Pangan dan Pertanian Jadi Andalan di Masa Depan)
Dalam program pemulihan ekonomi, kata Kang Emil, Provinsi Jabar sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi. Satgas tersebut bertugas menyusun peta jalan yang dibagi dalam tiga rencana aksi, yakni penyelamatan (rescue), pemulihan (recovery), dan penormalan (normalization).
"Tahap penyelamatan berfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM yang terdampak COVID-19. Tahap pemulihan berfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, membuka bidang bisnis, investasi, dan membuka industri besar. Tahap penormalan berfokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara normal," paparnya.
Menurut Kang Emil, menggerakkan produksi UMKM yang terhambat atau terhenti karena pandemi dapat membuat perekonomian Jabar kembali bergairah. Sebab, pelaku UMKM di Jabar mencapai 4.545.874. Jumlah tersebut tentu membuat penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM tinggi dan berkontribusi besar pada produk domestik bruto (PDB).
"Diupayakan jangan sampai banyak UMKM mengalami kebangkrutan karena dapat berdampak besar pada pengangguran. Dengan kebangkitan UMKM diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah," tegas Kang Emil.
Untuk pengembangan UMKM tahun 2021, lanjut Kang Emil, pihaknya mengalokasikan dana hingga Rp163,6 miliar, termasuk untuk 500 wirausaha baru, pengembangan 492 koperasi, serta UMKM naik kelas berbasis digital 3.500 orang. "UMKM juga didorong masuk dalam ekosistem digital," imbuhnya.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menekankan, pengendalian COVID-19 akan berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi yang akan dilakukan secara komprehensif, terukur, inovatif, dan kolaboratif setelah perekonomian Jabar terpukul telak karena mengalami kontraksi hingga minus 5,98 persen. (Baca: Jabar Dorong Sektor Pangan dan Pertanian Jadi Andalan di Masa Depan)
Dalam program pemulihan ekonomi, kata Kang Emil, Provinsi Jabar sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Ekonomi. Satgas tersebut bertugas menyusun peta jalan yang dibagi dalam tiga rencana aksi, yakni penyelamatan (rescue), pemulihan (recovery), dan penormalan (normalization).
"Tahap penyelamatan berfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM yang terdampak COVID-19. Tahap pemulihan berfokus pada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha, membuka bidang bisnis, investasi, dan membuka industri besar. Tahap penormalan berfokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara normal," paparnya.
Menurut Kang Emil, menggerakkan produksi UMKM yang terhambat atau terhenti karena pandemi dapat membuat perekonomian Jabar kembali bergairah. Sebab, pelaku UMKM di Jabar mencapai 4.545.874. Jumlah tersebut tentu membuat penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM tinggi dan berkontribusi besar pada produk domestik bruto (PDB).
"Diupayakan jangan sampai banyak UMKM mengalami kebangkrutan karena dapat berdampak besar pada pengangguran. Dengan kebangkitan UMKM diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah," tegas Kang Emil.
Untuk pengembangan UMKM tahun 2021, lanjut Kang Emil, pihaknya mengalokasikan dana hingga Rp163,6 miliar, termasuk untuk 500 wirausaha baru, pengembangan 492 koperasi, serta UMKM naik kelas berbasis digital 3.500 orang. "UMKM juga didorong masuk dalam ekosistem digital," imbuhnya.
Lihat Juga :