Tertinggi Kasus Kematian, Khofifah: HUT ke-75 RI Momentum Merdeka COVID-19
Senin, 17 Agustus 2020 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Orang nomor satu di Jatim ini menegaskan, pemerintah tidak bisa sendirian melawan pandemi ini. Segala upaya yang dilakukan tidak akan pernah berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat. Realitas ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.
Oleh karena itu, lanjut Khofifah semua elemen masyarakat harus bersatu dan punya kesamaan visi agar pandemi ini bisa segera berakhir. “PR nya cuma satu, disiplin. Hari ini kurva persebaran COVID-9 terus menurun. Tapi jika kita lengah maka rantai persebaran bisa saja terjadi. Patuhi protokol kesehatan, tidak ada tawar menawar karena obat dan vaksinnya belum ditemukan,” imbuhnya.
Ketua Umum Muslimat NU ini menyebutkan bahwa, pandemi ini belum diketahui sampai kapan akan berlangsung. Pasalnya, sampai hari ini semua negara di dunia belum menemukan obat dan vaksin yang secara klinis terbukti mampu menangkal COVID-9.
“Maka dari itu, strategi perang paling jitu adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Jawa Timur harus segera bangkit dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemim” pungkasnya
Oleh karena itu, lanjut Khofifah semua elemen masyarakat harus bersatu dan punya kesamaan visi agar pandemi ini bisa segera berakhir. “PR nya cuma satu, disiplin. Hari ini kurva persebaran COVID-9 terus menurun. Tapi jika kita lengah maka rantai persebaran bisa saja terjadi. Patuhi protokol kesehatan, tidak ada tawar menawar karena obat dan vaksinnya belum ditemukan,” imbuhnya.
Ketua Umum Muslimat NU ini menyebutkan bahwa, pandemi ini belum diketahui sampai kapan akan berlangsung. Pasalnya, sampai hari ini semua negara di dunia belum menemukan obat dan vaksin yang secara klinis terbukti mampu menangkal COVID-9.
“Maka dari itu, strategi perang paling jitu adalah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Jawa Timur harus segera bangkit dari krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemim” pungkasnya
(msd)
Lihat Juga :