alexametrics

Komunitas Bela Indonesia Ajak Junjung Tinggi Toleransi

loading...
Komunitas Bela Indonesia Ajak Junjung Tinggi Toleransi
Pelatihan juru bicara Pancasila yang diikuti sebanyak 40 peserta dengan beragam latar belakang dan berasal dari berbagai daerah di Kupang. Foto Ist
A+ A-
KUPANG - Perbedaan suku, agama, ras, dan golongan (SARA) kerap kali menimbulkan ketegangan bahkan perselisihan. Hal ini disebabkan rendahnya toleransi sesama anak bangsa. Padahal, dalam Pancasila, jelas sekali bahwa di antara anak bangsa harus menjunjung tinggi persatuan.

Karena itu, Komunitas Bela Indonesia (KBI) menggelar pelatihan juru bicara Pancasila di sejumlah daerah. Salah satunya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kupang menjadi kota ke-19 terselenggaranya pelatihan juru bicara Pancasila. Ada sebanyak 40 peserta dengan beragam latar belakang dan berasal dari berbagai daerah di Kupang mulai Jumat-Senin 16-19 November.

Ningsih, panitia lokal dan aktivis Kompak Kupang-NTT, menyatakan, pelatihan bertajuk ”Dari Kupang untuk Indonesia Damai, Kita Aktif Tanpa Kekerasan” ini sangatlah penting. Ningsih pun mengapresiasi KBI yang telah menggelar pelatihan ini dan bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia.



”Kita patut senang dengan adanya pelatihan juru bicara Pancasila karena bertepatan dengan Hari Toleransi Sedunia. Semoga kita bisa kembali merefleksikan tentang pentingnya toleransi yang harus terus dibangun, diterapkan, dan dijaga,” tuturnya.

Muhammad Isnur, fasilitator pelatihan, menyampaikan hasil survei tentang Pancasila yang dirilis lembaga survei LSI Denny JA tentang penurunan dukungan masyarakat kepada Pancasila.

“Dalam 13 tahun terakhir, dukungan terhadap Pancasila terus mengalami penurunan. Pada 2005, dukungan masyarakat pada Pancasila mencapai 85,2% dan pada 2018 sebesar 75,3% atau turun sebesar 10%,” ujar Isnur dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan ke SINDOnews, Selasa (20/11/2018).

Isnur menjelaskan, fakta ini mendorong KBI untuk kembali memasyarakatkan Pancasila sebagai perekat keragaman masyarakat Indonesia.

Koordinator KBI Anick HT, menjelaskan, pelatihan ini menggunakan buku rujukan berjudul Rumah Bersama Kita Bernama Indonesia yang ditulis Denny JA dan tim. “Kami berikan materi isu, pelatihan menulis, berdebat serta manajemen media sosial,” paparnya.
(sms)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak