alexametrics

Cerita Pagi

Inilah Kisah Tan Malaka 'Palsu' yang Sempat Ditangkap di Mojokerto

loading...
Inilah Kisah Tan Malaka Palsu yang Sempat Ditangkap di Mojokerto
Tan Malaka, merupakan salah satu tokoh pergerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Foto/Ist.
A+ A-
Sepak terjang tokoh Tan Malaka memang begitu misterius dan sulit ditebak. Aktivitas politik dan perlawanan terhadap penjajahan menyebabkannya menjadi buron.

Penyamaran sering dilakukannya dengan berganti-ganti identitas, membuat tidak banyak orang tahu langsung siapa dia, dan seperti apa sosoknya.

Karena kemistriusan, sekaligus populernya nama Tan Malaka, membuat orang ingin numpang tenar dengan menyaru dirinya. Tak sedikit mereka yang menyamar sebagai Tan Malaka hanya untuk sekedar numpang populer.

Di balik itu, ada cerita Tan Malaka 'palsu' yang dikisahkan Ayuhanafiq, penyusur sejarah asal Mojokerto, Jawa Timur.

Dikisahkan Ayuhan, pada suatu hari di bulan Nopember 1945, di stasiun besar Mojokerto terjadilah kegaduhan. Hal itu karena ada seorang pria turun dari mobilnya, dengan disertai orang yang terlihat asing bagi warga kota Mojokerto.

Pada orang yang dijumpai dia memperkenalkan diri sebagai Tan Malaka. Perkenalan diri yang mengundang curiga dari orang yang melihatnya.

Nama Tan Malaka memang sudah banyak didengar sejak masa sebelum proklamasi. Nama itu banyak disebut oleh kalangan pemuda pergerakan, sebagai tokoh misterius dengan pemikiran genius.

Buku-buku karangannya beredar dari tangan ke tangan untuk dibaca secara sembunyi. Semua hal yang berkaitan dengan Tan Malaka merupakan barang haram yang mesti dimusnahkan. Tan Malaka dikenal sebagai tokoh radikal berhaluan kiri.

Bagi pemerintah kolonial nama Tan Malaka acap disebut sebagai peringatan. Bagai hantu yang menakutkan buat kelangsungan pemerintahan.

Tan Malaka adalah personal dengan bermacam nama penyamaran. Jaringan Tan Malaka tersebar dari Batavia hingga Surabaya. Hanya orang tertentu yang tahu siapa dia sebenarnya.

Mendengar ada orang yang mengaku diri sebagai Tan Malaka, polisi segera bergerak. Pria itu ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Polisi memang mengantisipasi adanya tokoh palsu, karena beberapa hari sebelumnya juga ada orang yang mengaku diri sebagai Tan Malaka. Untuk menjaga segala kemungkinan maka oknum itu harus diamankan.

Melalui radio pemberontak, Bung Tomo, yang kala itu menjabat sebagai Ketua BPRI, sempat mengintruksikan agar menangkap siapa saja yang mengaku sebagai Tan Malaka.

Sebelumnya di Surabaya, juga sudah diamankan seorang Tan Malaka palsu. Karena itu BPRI pun melakukan penangkapan lalu diserahkan pada polisi untuk ditahan.

Kabar tentang tertangkapnya Tan Malaka palsu di Mojokerto itu segera menyebar. Dari stasiun ke stasiun menceritakan sosok yang tertangkap di stasiun Mojokerto, hingga sampai pada Johan Sjahrusjah, seorang tokoh pemuda Surabaya yang kebetulan pulang dari Jakarta.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak