Awas! Sebaran Gas SO2 dari Erupsi Gunung Ruang Ancam Warga Sulut
Rabu, 01 Mei 2024 - 10:01 WIB
loading...
Warga Sulawesi Utara terancam terpapar gas Sulfur Dioksida (SO2) yang dilepaskan oleh Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro. Foto/BMKG
A
A
A
MANADO - Warga Sulawesi Utara (Sulut) terancam terpapar gas Sulfur Dioksida (SO2) yang dilepaskan oleh Gunung Ruang di Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Sebaran gas SO2 sendiri sudah terjadi sejak dua pekan lalu pasca-erupsi Gunung api stratovolcano Tipe-A dengan ketinggian 725 meter di atas pemukaan laut itu. Erupsi gunung ruang yang pertama terjadi di tanggal 16 April 2024.
Kemudian letusan kedua di tanggal 17 April 2024 kemudian tanggal Selasa 30 April 2024 merupakan letusan yang ketiga kalinya.
Baca Juga: Imbas Gunung Ruang Erupsi, 5 Penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin Dibatalkan
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulut, Muhammad Candra Buana mengatakan bahwa letusan pertama sampai saat ini sebaran SO2 masih ada hanya kondisinya cenderung berkurang dan meningkat kembali saat erupsi pada 30 April kemarin.
”Tanggal 30 selain abu vulkanik ada gas SO2 yang dimuntahkan gunung api ruang. berdasarkan informasi yang dikeluarkan BMKG pusat sebaran SO2 bergerak ke arah barat dengan total sebaran berkisar antara 400 - 1000 molekul/cm2,” kata Candra, Rabu (1/5/2024).
Secara real time Candra mengaku belum bisa memberitahukan sampai mana sebaran Gas SO2 saat ini, namun menurutnya yang bisa dianalisis kejadian tanggal 30, sebarannya mengarah ke arah barat, hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara sudah terkena dampak.
Sebaran gas SO2 sendiri sudah terjadi sejak dua pekan lalu pasca-erupsi Gunung api stratovolcano Tipe-A dengan ketinggian 725 meter di atas pemukaan laut itu. Erupsi gunung ruang yang pertama terjadi di tanggal 16 April 2024.
Kemudian letusan kedua di tanggal 17 April 2024 kemudian tanggal Selasa 30 April 2024 merupakan letusan yang ketiga kalinya.
Baca Juga: Imbas Gunung Ruang Erupsi, 5 Penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin Dibatalkan
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sulut, Muhammad Candra Buana mengatakan bahwa letusan pertama sampai saat ini sebaran SO2 masih ada hanya kondisinya cenderung berkurang dan meningkat kembali saat erupsi pada 30 April kemarin.
”Tanggal 30 selain abu vulkanik ada gas SO2 yang dimuntahkan gunung api ruang. berdasarkan informasi yang dikeluarkan BMKG pusat sebaran SO2 bergerak ke arah barat dengan total sebaran berkisar antara 400 - 1000 molekul/cm2,” kata Candra, Rabu (1/5/2024).
Secara real time Candra mengaku belum bisa memberitahukan sampai mana sebaran Gas SO2 saat ini, namun menurutnya yang bisa dianalisis kejadian tanggal 30, sebarannya mengarah ke arah barat, hampir seluruh wilayah Sulawesi Utara sudah terkena dampak.
Lihat Juga :