alexametrics

PDI Perjuangan Instruksikan Kader Sisir Poster Raja Jokowi di Jateng

loading...
PDI Perjuangan Instruksikan Kader Sisir Poster Raja Jokowi di Jateng
Kader PDI Perjuangan mencopot poster raja Jokowi di wilayah Rembang, Jawa Tengah, Senin (12/11/2018). FOTO/IST
A+ A-
DEMAK - Poster 'Raja Jokowi' yang tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah ditanggapi serius PDI Perjuangan. Seluruh kader diperintahkan untuk menyisir lokasi-lokasi yang diperkirakan menjadi tempat pemasangan poster tersebut.

"Iya ada instruksi dari DPD PDIP Jateng untuk melakukan penyisiran. Instruksi dari kemarin. Kita langsung bergerak sejak malem hingga saat ini," kata DPC PDIP Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Fahrudin Bisri Slamet, Senin (12/11/2018).

Dia mengatakan, wilayah Demak masih steril dari poster-poster yang menggambarkan Jokowi laksana seorang raja tersebut. Meski demikian penyisiran akan terus dilakukan dengan melibatkan kader serta pengurus yang tersebar di 14 kecamatan di Demak.



"Alhamdulillah masih aman. Steril, tidak ada poster itu. Kita kerahkan seluruh PAC untuk bergerak. Yang berpotensi jadi tempat pemasangan kemungkinan jalan-jalan protocol, dan tempat strategis, itu yang kita waspadai," katanya.

Pimpinan DPRD Demak itu pun memastikan poster-poster tersebut bukan dari internal PDI Perjuangan maupun parpol koalisi pengusung capres Jokowi. Sebab, hingga saat ini tak ada instruksi untuk membuat poster serupa.

"Jelas bukan dari PDIP, kita enggak ada instruksi (membuat poster tersebut). Justru itu malah merugikan kami karena di poster ada logo PDIP, dan negara kita adalah negara demokrasi," katanya.

Untuk diketahui, poster-poster bergambar capres nomor urut 01 Joko Widodo dengan mahkota di kepala marak ditemukan di sejumlah daerah seperti Purworejo dan Boyolali. Poster-poster itu kemudian dicopot untuk diamankan. Belum diketahui pasti pemasang maupun pemilik poster itu.
(amm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak