alexametrics

Kapolda Kepri Kunjungi dan Bantu Bocah Penderita Tumor Ganas

loading...
Kapolda Kepri Kunjungi dan Bantu Bocah Penderita Tumor Ganas
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto bersama Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan jajaran mengunjungi bocah malang penderita tumor ganas. Koran SINDO/Rakasiwi
A+ A-
BATAM - Balita bernama Aditya Saputra (3) yang menderita tumor ganas di bagian pantat sebelah kiri dikunjungi Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto dan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Selasa (6/11/2018).

Kunjungan dari Polda Kepri Peduli ini berawal dari informasi adanya balita yang menderita penyakit tumor ganas atau Rapdomio Sarkoma selama 2 tahun.

Putra dari Abdullah, seorang nelayan yang tinggal di Kelurahan Kamboja, Kecamatan Senayang, Lingga ini menjadi atensi dari Polda Kepri dalam proses penyembuhannya. Dimana Polda Kepri akan mengupayakan tindakan medis selanjutnya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap Aditya, jadi dibawa ke RS Bhayangkara oleh petugas Kepolisian guna dilakukan tindakan medis," ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto.

Jenderal bintang dua tersebut juga menyampaikan bahwasanya pihaknya akan membantu melalui Biddokes Polda Kepri serta mengkoordinasikan para pihak yang terkait untuk membantu pengobatan Aditia.

"Ini inisiasi dan atensi Polda Kepri dan Insha Allah kita akan memberikan bantuan maksimal semampu kita," tutupnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Bhayangkara Polda Kepri, Hartono Apriliasta Purba mengatakan bahwa Aditya menderita tumor ganas. Dimana pihaknya akan melakukan tindakan operasi dan juga kemoterapi untuk menyembuhkan penyakit dari bocah malang ini. "Selain operasi juga akan dikemoterapi secepatnya, apalagi tumor ganas ini sudah besar," ujarnya.

Dikatakannya dibutuhkan waktu mulai dari 6 bulan hingga 1 tahun untuk proses penyembuhannya. Hal ini tergantung kondisi tubuh dari pasien itu sendiri. "Pengobatan ini nantinya akan membutuhkan waktu perawatan selama 6 bulan sampai dengan 1 tahun, tergantung dari respons tubuh pasien," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak