Rektor Unair: Buang Ego Sektoral Demi Produksi Kombinasi Obat COVID-19
Minggu, 16 Agustus 2020 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
“Menurut hemat kami, yang selama ini menghambat proses pengadaan obat asli Indonesia itu adalah adanya ego sektoral. Hal itu yang selama ini menyebabkan prosesnya panjang,” ucapnya.
Ia menegaskan, rujukan dari obat kombinasi yang ditemukan oleh tim gabungan ini menjadi obat COVID-19 merupakan berbagai macam obat tunggal yang telah diberikan kepada pasien COVID-19 di berbagai belahan dunia.
Kesimpulannya, ada tiga kombinasi obat yang ditemukan oleh Unair dan telah melaksanakan uji klinis. Pertama berupa Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline dan ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci. (Baca: Pemerintah Dukung Penuh Unair Kembangkan Obat Corona)
“Awalnya lima kombinasi, kemudian ada saran untuk mengambil tiga kombinasi terbaik saja, yang dampaknya paling besar. Akhirnya kami ambil tiga tersebut karena efektivitasnya mencapai 98%, dan kami lakukan uji klinis dengan mengujinya secara acak di lapangan,” ungkapnya.
Untuk pelaksanaan uji klinis obat kombinasi tersebut, unair tidak hanya melakukan pada satu pihak dan satu tempat saja. Sebab, pihaknya mekakukan uji klinis pada 13 center di Indonesia, dan masing-masing center di koordinasi oleh salah seorang dokter profesional.
Ia menegaskan, rujukan dari obat kombinasi yang ditemukan oleh tim gabungan ini menjadi obat COVID-19 merupakan berbagai macam obat tunggal yang telah diberikan kepada pasien COVID-19 di berbagai belahan dunia.
Kesimpulannya, ada tiga kombinasi obat yang ditemukan oleh Unair dan telah melaksanakan uji klinis. Pertama berupa Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline dan ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci. (Baca: Pemerintah Dukung Penuh Unair Kembangkan Obat Corona)
“Awalnya lima kombinasi, kemudian ada saran untuk mengambil tiga kombinasi terbaik saja, yang dampaknya paling besar. Akhirnya kami ambil tiga tersebut karena efektivitasnya mencapai 98%, dan kami lakukan uji klinis dengan mengujinya secara acak di lapangan,” ungkapnya.
Untuk pelaksanaan uji klinis obat kombinasi tersebut, unair tidak hanya melakukan pada satu pihak dan satu tempat saja. Sebab, pihaknya mekakukan uji klinis pada 13 center di Indonesia, dan masing-masing center di koordinasi oleh salah seorang dokter profesional.
(don)
Lihat Juga :