Pilgub Jabar 2024 Arena Perang Bintang, 16 Tokoh Potensial Bakal Bersaing Ketat
Rabu, 27 Maret 2024 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
"FGD dilakukan dengan menggunakan gabungan analisis hasil-hasil survei kuantitatif terbaru untuk Kota Bandung, dipadukan dengan analisis politik secara naratif-kualitatif dari para peserta diskusi," ucap Adi dalam keterangannya, Rabu (27/3/2024).
Adi mengungkapkan, pada Pilgub Jabar 2018 lalu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berhasil memenangkan kompetisi. Meski begitu, raihan suaranya tidak mayoritas, yaitu sebesar 32,88 persen.
"Ini artinya, mayoritas pemilih Jawa Barat tidak terkonsentrasi ke pasangan tersebut, yang juga berarti bahwa peluang untuk bersaing dengan Ridwan Kamil jika dia berminat maju kembali untuk mencalonkan diri, bisa dikatakan masih sangat terbuka," ungkapnya.
Adi memandang, dari ke-16 nama tokoh-tokoh yang potensial menjadi calon gubernur Jabar ke depan pada umumnya telah memiliki basis popularitas yang baik dan di antara mereka memiliki pengaruh terhadap elektoral yang signifikan pada partainya masing-masing.
Ia mencontohkan, nama Haru Suandharu yang kini menjabat Ketua DPD PKS Jabar yang juga sebagai anggota DPRD Jabar Periode 2019-2024, berhasil menaikkan suara pemilih PKS di Provinsi Jabar dari 3,29 juta di Pemilu 2019 menjadi 3,8 juta di Pemilu 2024.
"Contoh lainnya Dedi Mulyadi, meskipun baru pindah partai dari Golkar ke Gerindra jelang pendaftaran caleg, kehadirannya di Gerindra berefek secara signifikan di Dapil Jabar VII. Gerindra di dapil tersebut menjadi kampiun teratas dengan perolehan suara sangat besar di 22,75% suara dan berhasil menempatkan 3 kader Gerindra untuk duduk di kursi DPR-RI," tuturnya.
"Satu contoh lainnya yaitu Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jabar. Syaiful selain sebagai tokoh muda, dia juga telah berhasil menaikkan suara elektoral PKB di Jabar secara drastis sebesar sekitar 1 juta suara, yang menyebabkan raihan kursi di DPR-RI bagi PKB mengalami kenaikan dari 8 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 13 kursi di Pemilu 2024," tambahnya.
Adi mengungkapkan, pada Pilgub Jabar 2018 lalu, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berhasil memenangkan kompetisi. Meski begitu, raihan suaranya tidak mayoritas, yaitu sebesar 32,88 persen.
"Ini artinya, mayoritas pemilih Jawa Barat tidak terkonsentrasi ke pasangan tersebut, yang juga berarti bahwa peluang untuk bersaing dengan Ridwan Kamil jika dia berminat maju kembali untuk mencalonkan diri, bisa dikatakan masih sangat terbuka," ungkapnya.
Adi memandang, dari ke-16 nama tokoh-tokoh yang potensial menjadi calon gubernur Jabar ke depan pada umumnya telah memiliki basis popularitas yang baik dan di antara mereka memiliki pengaruh terhadap elektoral yang signifikan pada partainya masing-masing.
Ia mencontohkan, nama Haru Suandharu yang kini menjabat Ketua DPD PKS Jabar yang juga sebagai anggota DPRD Jabar Periode 2019-2024, berhasil menaikkan suara pemilih PKS di Provinsi Jabar dari 3,29 juta di Pemilu 2019 menjadi 3,8 juta di Pemilu 2024.
"Contoh lainnya Dedi Mulyadi, meskipun baru pindah partai dari Golkar ke Gerindra jelang pendaftaran caleg, kehadirannya di Gerindra berefek secara signifikan di Dapil Jabar VII. Gerindra di dapil tersebut menjadi kampiun teratas dengan perolehan suara sangat besar di 22,75% suara dan berhasil menempatkan 3 kader Gerindra untuk duduk di kursi DPR-RI," tuturnya.
"Satu contoh lainnya yaitu Syaiful Huda, Ketua DPW PKB Jabar. Syaiful selain sebagai tokoh muda, dia juga telah berhasil menaikkan suara elektoral PKB di Jabar secara drastis sebesar sekitar 1 juta suara, yang menyebabkan raihan kursi di DPR-RI bagi PKB mengalami kenaikan dari 8 kursi pada Pemilu 2019 menjadi 13 kursi di Pemilu 2024," tambahnya.
Lihat Juga :