Kisah Perbedaan Pendapat di Kalangan Walisongo Warnai Pembangunan hingga Peresmian Masjid Agung Demak
Minggu, 24 Maret 2024 - 06:24 WIB
loading...
Penampakan Masjid Agung Demak yang terletak di Jalan Sultan Fatah, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kota Demak, Provinsi Jawa Tengah.Foto: Dok/SINDOnews
A
A
A
Perbedaan pendapat di kalangan Walisongo sempat membuat peresmian Masjid Agung Demak tak berjalan mulus. Perbedaan pendapatan ini masih soal adanya dua ajaran aliran agama Islam di kalangan internal Walisongo, penyebar agama Islam di Pulau Jawa ini.
Aliran Giri yang dianut oleh Sunan Giri dan Sunan Ampel, dengan Aliran Tuban dianut oleh Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati. Perbedaan pendapat kian terlihat bila melihat pembangunan masjid yang melibatkan santri dari kedua aliran islam di kalangan Walisongo.
Salah satu yang menjadi perdebatan yakni pemasangan blandar dan usuk, mereka berdebat lebih dahulu kemudian baru dipasang. Bahkan dikutip dari buku "Sunan Giri" dari Umar Hasyim, pemasangan tiang masjid pun mereka berdebat terlebih dahulu.
Kedua santri aliran ini saling mempertahankan pendiriannya. Bila aliran Tuban akan memasang ini, maka aliran Giri membongkar dan memasangnya di tempat lain. Itulah sebabnya ketika masjid telah jadi, tampak masih goyah.
Baca Juga: Kisah Sunan Bonang, Karomah sang Walisongo Ubah Aliran Sungai Brantas
Aliran Giri yang dianut oleh Sunan Giri dan Sunan Ampel, dengan Aliran Tuban dianut oleh Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, dan Sunan Gunung Jati. Perbedaan pendapat kian terlihat bila melihat pembangunan masjid yang melibatkan santri dari kedua aliran islam di kalangan Walisongo.
Salah satu yang menjadi perdebatan yakni pemasangan blandar dan usuk, mereka berdebat lebih dahulu kemudian baru dipasang. Bahkan dikutip dari buku "Sunan Giri" dari Umar Hasyim, pemasangan tiang masjid pun mereka berdebat terlebih dahulu.
Kedua santri aliran ini saling mempertahankan pendiriannya. Bila aliran Tuban akan memasang ini, maka aliran Giri membongkar dan memasangnya di tempat lain. Itulah sebabnya ketika masjid telah jadi, tampak masih goyah.
Baca Juga: Kisah Sunan Bonang, Karomah sang Walisongo Ubah Aliran Sungai Brantas
Lihat Juga :