alexametrics

Polisi Amankan Puluhan Botol Miras Ilegal

loading...
Polisi Amankan Puluhan Botol Miras Ilegal
Polsek Sayegan menunjukkan barang bukti miras berbagai merk hasil operasi penertiban di Mapolsek setempat. SINDOnews/Priyo
A+ A-
SLEMAN - Polsek Sayegan, Sleman berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) berbagai jenis merk saat operasi penertiban di wilayah hukum setempat, Selasa (9/10/2018) malam.  

Miras tersebut didapat dari dua tempat penjualan yang berbeda. Barang bukti (BB) tersebut selanjutnya dibawa ke Polsek Sayegan guna penyelidikan lebih  lanjut.



Kapolsek Sayegan AKP Mastono mengatakan selain untuk menertibkan penjualan miras ilegal. Kegiatan ini juga sebagai upaya preventif terhadap gangguan keamanan dan ketertiban  masyarakat. Terutama aksi kriminalitas. Sebab kejahatan yang sering terjadi kebanyakan dipicu pengaruh miras tersebut.

"Peneriban  miras ini untuk meminimalisir tindak pidana di kejahatan, khususnya wilayah hukum Polsek Sayegan," kata  Masnoto, Rabu (10/10/2018).

Masnoto menjelaskan dengan diamankannya miras tanpa izin dapat menjadi contoh kepada pedagang lainnya agar tidak mengedarkan miras. pihaknya akan mengintensifkan razia  untuk menekan peredaran miras bahkan narkoba.

Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman "Kita harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar selalu kondusif," terangnya.

Kanit Reskrim Ipda Widiyantoro menambahkan dalam operasi penertiban tersebut, sebenarnya menyasar ke beberapa  toko yang ditengarai memperjual belikan miras tanpa izin.

Namun dari sejumlah tempat itu, hanya mendapatkan dua lokasi. Yaitu di dekat dekat stadion TGP dan pasar Srikaton. "Dari dua tempat ini kami berhasil mengamankan 25 botol," tambahnya.

Hanya saja belum diketahui siapa yang menjual miras tersebut. Sebab saat ditemuka tidak ada yang mengakui. Karena itu, terus akan melakukan pengembangan penyelidikan terhadap temuan miras ini.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak