Atasi Banjir Demak-Kudus, BNPB Perbaiki Tanggul Sungai Wulan yang Jebol
Selasa, 19 Maret 2024 - 20:12 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memperbaiki tanggul sungai Wulan yang jebol untuk mengatasi banjir di Kabupaten Demak dan Kudus, Jawa Tengah. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memperbaiki tanggul sungai Wulan yang jebol untuk mengatasi banjir di Kabupaten Demak dan Kudus, Jawa Tengah. BNPB juga melakukan penyedotan air menggunakan pompa agar akses jalur pantura yang tergenang banjir bisa dilintasi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan perbaikan tanggul sungai Wulan yang jebol pun ditargetkan rampung akhir pekan ini. Tanggul sungai Wulan akan diperkuat dan ditinggikan.
Sementara itu akses ruas pantura yang terputus akibat genangan ditargetkan juga rampung pekan ini dengan terus melakukan penyedotan dengan pompa. “Progresnya hingga saat ini untuk perbaikan tanggul yang jebol sudah selesai ditutup, artinya tidak ada lagi limpasan air Sungai,” katanya, Selasa (19/3/2024).
Baca juga; 13 Jam Terjebak Banjir, Evakuasi Warga Demak Diwarnai Isak Tangis
Abdul Muhari yang akrab disapa Aam menambahkan, penyedotan air yang menggenangi ruas pantura juga menjadi prioritas agar bisa dilewati. “Ini estimasinya itu membutuhkan 4-5 hari atau karena kapasitas pompa yang sedikit banyak kita targetkan 3 hari,” ucapnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan perbaikan tanggul sungai Wulan yang jebol pun ditargetkan rampung akhir pekan ini. Tanggul sungai Wulan akan diperkuat dan ditinggikan.
Sementara itu akses ruas pantura yang terputus akibat genangan ditargetkan juga rampung pekan ini dengan terus melakukan penyedotan dengan pompa. “Progresnya hingga saat ini untuk perbaikan tanggul yang jebol sudah selesai ditutup, artinya tidak ada lagi limpasan air Sungai,” katanya, Selasa (19/3/2024).
Baca juga; 13 Jam Terjebak Banjir, Evakuasi Warga Demak Diwarnai Isak Tangis
Abdul Muhari yang akrab disapa Aam menambahkan, penyedotan air yang menggenangi ruas pantura juga menjadi prioritas agar bisa dilewati. “Ini estimasinya itu membutuhkan 4-5 hari atau karena kapasitas pompa yang sedikit banyak kita targetkan 3 hari,” ucapnya.
Lihat Juga :