Kisah Pangeran Diponegoro Mampu Baca Karakter Seseorang dari Penampilan Fisik dan Wajah
Senin, 18 Maret 2024 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Tapi dengan karakter dan kecerdasan Pangeran Diponegoro, Panglima Tentara Belanda itu akhirnya berhasil diluluhkan. Bahkan konon sang Panglima Tentara Belanda itu menggambarkan sosok sang pangeran sebagai pribadi yang lapang hati dan cerdas.
Pada proses komunikasi Pangeran Diponegoro konon bisa berbicara dengan bahasa Melayu, tetapi ia selalu menghindari menggunakan bahasa tersebut karena ia merasa kurang nyaman dengan bahasa Melayu. Sebab bahasa itulah yang biasanya juga digunakan oleh orang-orang Belanda kala itu.
Satu hal kelebihan Pangeran Diponegoro yang diungkap oleh utusan Belanda, yakni kemampuannya untuk membeda-bedakan berbagai karakter orang hanya dari melihat penampilan wajah mereka. Ilmu itu konon tentang fisiognomi dan ciri-ciri tubuh.
Pada buku Babad Kedung Kebo, sang pangeran digambarkan memilih para pembantu terdekat, dan para panglima tentara pada masa awal Perang Jawa berdasarkan ilmu firasatnya ini. Memang secara umum pilihannya itu tepat.
Pangeran Diponegoro juga sangat hati-hati dan terampil dalam menggunakan uang. Sifat itu juga yang diterapkan Pangeran Diponegoro ketika bernegosiasi atas ganti rugi sewa lahan oleh orang-orang Eropa yang menyewa tanah di Yogyakarta.
Pada proses komunikasi Pangeran Diponegoro konon bisa berbicara dengan bahasa Melayu, tetapi ia selalu menghindari menggunakan bahasa tersebut karena ia merasa kurang nyaman dengan bahasa Melayu. Sebab bahasa itulah yang biasanya juga digunakan oleh orang-orang Belanda kala itu.
Satu hal kelebihan Pangeran Diponegoro yang diungkap oleh utusan Belanda, yakni kemampuannya untuk membeda-bedakan berbagai karakter orang hanya dari melihat penampilan wajah mereka. Ilmu itu konon tentang fisiognomi dan ciri-ciri tubuh.
Pada buku Babad Kedung Kebo, sang pangeran digambarkan memilih para pembantu terdekat, dan para panglima tentara pada masa awal Perang Jawa berdasarkan ilmu firasatnya ini. Memang secara umum pilihannya itu tepat.
Pangeran Diponegoro juga sangat hati-hati dan terampil dalam menggunakan uang. Sifat itu juga yang diterapkan Pangeran Diponegoro ketika bernegosiasi atas ganti rugi sewa lahan oleh orang-orang Eropa yang menyewa tanah di Yogyakarta.
(hri)
Lihat Juga :