BMKG Minta Pemerintah Antisipasi Musim Kemarau 2024 di Bawah Normal
Jum'at, 15 Maret 2024 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
“Sedangkan yang diatas normal, diprediksi akan terjadi di sebagian kecil pesisir selatan Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kecil Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Tenggara, juga di Sulawesi Barat, bagian Utara dari Gorontalo dan Sulawesi Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan sebagian besar Papua Selatan,” bebernya.
Baca juga: Masuk Musim Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bencana Kekeringan
Tak lupa, BMKG pun mengimbau pemerintah dan masyarakat agar lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal.
Tindakan antisipatif juga diperlukan di wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau atas normal atau lebih basah dari biasanya. BMKG meminta agar pemerintah lebih optimal dalam menyimpan air pada akhir musim hujan ini.
"Informasi dalam prediksi musim kemarau ini dijadikan sebagai peringatan dini untuk dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan dalam menyiapkan atau melakukan aksi dini, sehingga dampak negatif itu dapat dicegah, bahkan dapat dilakukan pemanfaatan dampak positif. Dan juga perlu diperhatikan penyesuaian pola dan jenis pola tanam," tandasnya.
Baca juga: Masuk Musim Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bencana Kekeringan
Tak lupa, BMKG pun mengimbau pemerintah dan masyarakat agar lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim kemarau terutama di wilayah yang mengalami sifat musim kemarau bawah normal.
Tindakan antisipatif juga diperlukan di wilayah yang diprediksi mengalami musim kemarau atas normal atau lebih basah dari biasanya. BMKG meminta agar pemerintah lebih optimal dalam menyimpan air pada akhir musim hujan ini.
"Informasi dalam prediksi musim kemarau ini dijadikan sebagai peringatan dini untuk dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan dalam menyiapkan atau melakukan aksi dini, sehingga dampak negatif itu dapat dicegah, bahkan dapat dilakukan pemanfaatan dampak positif. Dan juga perlu diperhatikan penyesuaian pola dan jenis pola tanam," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :