Belanda Takut dengan Menantu Tokoh Laskar Pangeran Diponegoro yang Berangkat Haji
Jum'at, 15 Maret 2024 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Banyaknya warga yang menyambut keberangkatan KH Thohir ke tanah suci membuat Belanda yang tengah menjajah Indonesia waspada.
Belanda memberikan perhatian lebih kepada tokoh-tokoh yang berangkat haji, karena takut akan adanya pemberontakan atau perlawanan saat tokoh Islam usai menjalankan ibadah haji.
Pria berusia 89 tahun ini bercerita, jika memang saat kepergian untuk berangkat haji, kakeknya saat itu sempat menarik banyak perhatian pemerintah Belanda.
Sampai-sampai, Belanda menyediakan kendaraan khusus untuk mengantar rombongan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Kiai Thohir ditandu dan diusung untuk melewati kerumunan orang. Sedangkan rombongan lain dilewatkan di jalur yang berbeda untuk bisa sampai di kapal yang akan memberangkatkan mereka," ujar dia.
Namun mengenai apakah kedua orang itu menjadi orang pertama yang berangkat haji dari Malang raya seperti cerita-cerita yang beredar, KH Moensif tak mengetahui secara pasti.
"Tapi saya tidak tahu pasti apakah itu adalah keberangkatan beliau (Kiai Thohir) ke tanah suci untuk yang pertama atau sudah kesekian," bebernya.
Perjalanan berhaji menggunakan kapal laut saat itu membutuhkan waktu yang panjang. Dibutuhkan waktu setidaknya tiga bulan sampai setengah tahun hanya untuk menuju Makkah atau sebaliknya.
Banyaknya warga yang menyambut keberangkatan KH Thohir ke tanah suci membuat Belanda yang tengah menjajah Indonesia waspada.
Belanda memberikan perhatian lebih kepada tokoh-tokoh yang berangkat haji, karena takut akan adanya pemberontakan atau perlawanan saat tokoh Islam usai menjalankan ibadah haji.
Pria berusia 89 tahun ini bercerita, jika memang saat kepergian untuk berangkat haji, kakeknya saat itu sempat menarik banyak perhatian pemerintah Belanda.
Sampai-sampai, Belanda menyediakan kendaraan khusus untuk mengantar rombongan menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
"Kiai Thohir ditandu dan diusung untuk melewati kerumunan orang. Sedangkan rombongan lain dilewatkan di jalur yang berbeda untuk bisa sampai di kapal yang akan memberangkatkan mereka," ujar dia.
Namun mengenai apakah kedua orang itu menjadi orang pertama yang berangkat haji dari Malang raya seperti cerita-cerita yang beredar, KH Moensif tak mengetahui secara pasti.
"Tapi saya tidak tahu pasti apakah itu adalah keberangkatan beliau (Kiai Thohir) ke tanah suci untuk yang pertama atau sudah kesekian," bebernya.
Perjalanan berhaji menggunakan kapal laut saat itu membutuhkan waktu yang panjang. Dibutuhkan waktu setidaknya tiga bulan sampai setengah tahun hanya untuk menuju Makkah atau sebaliknya.
Lihat Juga :