Belanda Takut dengan Menantu Tokoh Laskar Pangeran Diponegoro yang Berangkat Haji
Jum'at, 15 Maret 2024 - 11:00 WIB
loading...
Peziarah membacakan doa di depan makam KH Thohir dan Kiai Hamimuddin di kompleks Masjid Bungkuk, Singosari, Malang, Jawa Timur. Foto/MPI/Avirista Midaada
A
A
A
MALANG - PENJAJAH Belanda takut dengan sosok KH Thohir, tokoh penting yang melanjutkan penyebaran agama Islam di Malang Raya. Dia merupakan menantu dari Kiai Hamimuddin, tokoh laskar Pangeran Diponegoro saat peperangan melawan Belanda pada 1825-1830.
Kiai Hamimuddin juga pendiri masjid dan pondok pesantren (Ponpes) Bungkuk yang menjadi tertua di Malang.
Baca juga: Petilasan Laskar Pangeran Diponegoro Ditumbuhi Pohon Blondo Berusia Ratusan Tahun
KH. Moensif Nachrawi, selaku generasi keempat Kiai Hamimuddin mengungkapkan, kakeknya KH Thohir memang istimewa.
Dia menyebut KH Thohir merupakan salah satu waliyullah dengan karomah dan kharisma yang luar biasa.
Bahkan karena keistimewaan itu, saat KH Thohir menunaikan ibadah haji pada 1930 bersama istrinya Nyai Siti Murthosiah, anaknya Kiai Anwar beserta dua putranya, Hamid dan Mudjib diantar masyarakat sampai ke pelabuhan di Surabaya.
"Saat itu katanya antusias masyarakat untuk mengantar Kiai Thohir ke Makkah luar biasa. Di sepanjang jalan, dari Singosari sampai pelabuhan, ramai dipenuhi lautan manusia yang mengelukan Kiai Thohir," ucap Moensif Nachrawi saat ditemui di kediamannya di Jalan Bungkuk, Kelurahan Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.
Kiai Hamimuddin juga pendiri masjid dan pondok pesantren (Ponpes) Bungkuk yang menjadi tertua di Malang.
Baca juga: Petilasan Laskar Pangeran Diponegoro Ditumbuhi Pohon Blondo Berusia Ratusan Tahun
KH. Moensif Nachrawi, selaku generasi keempat Kiai Hamimuddin mengungkapkan, kakeknya KH Thohir memang istimewa.
Dia menyebut KH Thohir merupakan salah satu waliyullah dengan karomah dan kharisma yang luar biasa.
Bahkan karena keistimewaan itu, saat KH Thohir menunaikan ibadah haji pada 1930 bersama istrinya Nyai Siti Murthosiah, anaknya Kiai Anwar beserta dua putranya, Hamid dan Mudjib diantar masyarakat sampai ke pelabuhan di Surabaya.
"Saat itu katanya antusias masyarakat untuk mengantar Kiai Thohir ke Makkah luar biasa. Di sepanjang jalan, dari Singosari sampai pelabuhan, ramai dipenuhi lautan manusia yang mengelukan Kiai Thohir," ucap Moensif Nachrawi saat ditemui di kediamannya di Jalan Bungkuk, Kelurahan Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.
Lihat Juga :