Kisah Tipu Daya Raden Wijaya dan Pasukan Mongol Selepas Kehancuran Singasari
Minggu, 10 Maret 2024 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Raden Wijaya menyampaikan bahwa Singasari sudah tiada, usai mendapat serangan dari Kerajaan Kediri di bawah kekuasaan Jayakatwang. Tahta Singasari saat ini direbut oleh Jayakatwang, sehingga atas bujuk rayu Raden Wijaya, mengajak Pasukan Tartar untuk menyerang Daha, Kediri.
Di sisi lain, penyataan Wijaya ini membuat para panglima Tartar kini lebih lega, karena mereka sudah mempunyai local friend, yang jelas akan banyak membantu menyelesaikan misi mereka di Jawa. Bahkan, tanpa prasangka curiga sedikit pun.
Sebagai seorang pelaut yang berpengalaman, Ike Mese, yang sebenarnya adalah Suku Uigur dari pedalaman Cina, bukan dari bangsa Mongol, mendahului untuk membina kerja sama dengan penguasa - penguasa lokal yang tidak setia kepada Jayakatwang.
Sementara itu, di perairan, Armada kapal Kerajaan Mongol selebihnya dipimpin langsung oleh Shih Pi memasuki Jawa dari arah Sungai Sedayu dan Kali Mas. Setelah mendarat di Jawa, ia menugaskan Ike Mese dan Kau Hsing untuk memimpin pasukan darat.
Di sisi lain, penyataan Wijaya ini membuat para panglima Tartar kini lebih lega, karena mereka sudah mempunyai local friend, yang jelas akan banyak membantu menyelesaikan misi mereka di Jawa. Bahkan, tanpa prasangka curiga sedikit pun.
Sebagai seorang pelaut yang berpengalaman, Ike Mese, yang sebenarnya adalah Suku Uigur dari pedalaman Cina, bukan dari bangsa Mongol, mendahului untuk membina kerja sama dengan penguasa - penguasa lokal yang tidak setia kepada Jayakatwang.
Sementara itu, di perairan, Armada kapal Kerajaan Mongol selebihnya dipimpin langsung oleh Shih Pi memasuki Jawa dari arah Sungai Sedayu dan Kali Mas. Setelah mendarat di Jawa, ia menugaskan Ike Mese dan Kau Hsing untuk memimpin pasukan darat.
(hri)
Lihat Juga :