Gawat! 3 Ekor Hewan Ternak Mati Mendadak, Warga Gunungkidul Suspek Antraks
Jum'at, 08 Maret 2024 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
”Kambingnya dibawa pulang dalam keadaan sudah disembelih,” tutur dia.
Sesampai di rumah, S mengajak tetangganya untuk menguliti kambing tersebut dan daging mereka konsumsi bersama-sama. Kemudian S baru merasakan gejala mengarah ke antraks pada (6/3/2024). S kemudian dirawat di RSUD Prambanan dengan kasus dugaan antraks.
Selang sehari pasca S dilarikan ke RSUD Prambanan, sapi milik S mati pada (7/3/2024) dini hari dan disembelih oleh keluarga S. Namun sapi tersebut belum sempat dikonsumsi. Kemudian pagi harinya, 1 dari 4 ekor kambing milik S ikutan mati.
Baca Juga: Sejak November, 5 Sapi di Semanu Gunungkidul Mati Karena Antraks
”Niatnya ingin menyelamatkan hewan lain kemudian 3 ekor kambing milik S sempat dibawa ke rumah M warga Gayamharjo Sleman. Saat di sana 1 ekor kambing mati. Kemudian sama M, 2 kambing masih hidup itu dibawa kembali ke rumah S untuk disuntik,” terangnya.
Pihaknya telah melakukan desinfektan pemberian formalin di di lokasi untuk mengantisipasi penyebaran antraks di Padukuhan Kayoman. Dua kambing yang masih hidup juga telah disuntik vitamin dan obat lainnya.
Sesampai di rumah, S mengajak tetangganya untuk menguliti kambing tersebut dan daging mereka konsumsi bersama-sama. Kemudian S baru merasakan gejala mengarah ke antraks pada (6/3/2024). S kemudian dirawat di RSUD Prambanan dengan kasus dugaan antraks.
Selang sehari pasca S dilarikan ke RSUD Prambanan, sapi milik S mati pada (7/3/2024) dini hari dan disembelih oleh keluarga S. Namun sapi tersebut belum sempat dikonsumsi. Kemudian pagi harinya, 1 dari 4 ekor kambing milik S ikutan mati.
Baca Juga: Sejak November, 5 Sapi di Semanu Gunungkidul Mati Karena Antraks
”Niatnya ingin menyelamatkan hewan lain kemudian 3 ekor kambing milik S sempat dibawa ke rumah M warga Gayamharjo Sleman. Saat di sana 1 ekor kambing mati. Kemudian sama M, 2 kambing masih hidup itu dibawa kembali ke rumah S untuk disuntik,” terangnya.
Pihaknya telah melakukan desinfektan pemberian formalin di di lokasi untuk mengantisipasi penyebaran antraks di Padukuhan Kayoman. Dua kambing yang masih hidup juga telah disuntik vitamin dan obat lainnya.
Lihat Juga :