Sejak November, 5 Sapi di Semanu Gunungkidul Mati Karena Antraks
Rabu, 05 Juli 2023 - 07:33 WIB
loading...
Kasus penularan antraks dari hewan ke manusia kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul yang menyebabkan 85 orang positif antraks dan satu orang meninggal dunia. Foto/Ilustrasi/Dok
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul menyebut laporan pertama antraks pada sapi sudah terjadi di bulan November 2022 lalu. Dan hingga Juni kemarin mereka mencatat ada 5 kasus sapi yang positif dan meninggal.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, 5 sapi tersebut semuanya berasal dari Kapanewon Semanu. Sejumlah langkah telah dilakukan untuk meminimalisir penyebaran termasuk juga penularan ke manusia.
”Sejak kasus tersebut muncul kami telah melakukan pengetatan pergerakan sapi di Semanu,” kata Wibawanti dalam keterangannya, Rabu (5/7/2023).
Baca Juga: Konsumsi Daging Sapi Penyakitan, 85 Warga Semanu Gunungkidul Positif Antraks
Karena muncul kasus antraks di Semanu, maka pihaknya telah melakukan pembatasan lalu lintas ternak di Kapanewon Semanu. Langkah ini mereka lakukan untuk mencegah penularan penyakit antraks ini.
Pihaknya juga mengusahakan maksimal antraks ini tidak sampai menyebar ke kapanewon lain sampai benar-benar zero kasus. Pengetatan pergerakan sapi ini mereka lakukan baik yang masuk ataupun ke luar Semanu.
”Sapi yang bergejala antraks juga sudah ditangani. Kami langsung memberikan antibiotik dan vaksin,” tambahnya.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, 5 sapi tersebut semuanya berasal dari Kapanewon Semanu. Sejumlah langkah telah dilakukan untuk meminimalisir penyebaran termasuk juga penularan ke manusia.
”Sejak kasus tersebut muncul kami telah melakukan pengetatan pergerakan sapi di Semanu,” kata Wibawanti dalam keterangannya, Rabu (5/7/2023).
Baca Juga: Konsumsi Daging Sapi Penyakitan, 85 Warga Semanu Gunungkidul Positif Antraks
Karena muncul kasus antraks di Semanu, maka pihaknya telah melakukan pembatasan lalu lintas ternak di Kapanewon Semanu. Langkah ini mereka lakukan untuk mencegah penularan penyakit antraks ini.
Pihaknya juga mengusahakan maksimal antraks ini tidak sampai menyebar ke kapanewon lain sampai benar-benar zero kasus. Pengetatan pergerakan sapi ini mereka lakukan baik yang masuk ataupun ke luar Semanu.
”Sapi yang bergejala antraks juga sudah ditangani. Kami langsung memberikan antibiotik dan vaksin,” tambahnya.
Lihat Juga :