Dorong Ekonomi Daur Ulang, Bantul Bangun Pengolahan Sampah di Pasar Niten
Selasa, 05 Maret 2024 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
Selain di Pasar Niten, Halim mengungkapkan jika Pemkab Bantul juga sedang menyelesaikan pembangunan dua tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Modalan, Banguntapan dengan kapasitas 50 ton dan TPST di Argodadi, Sedayu dengan kapasitas sekitar 40 ton.
Baca juga: Kurangi Sampah, Amerika Daur Ulang Kantong Plastik Jadi Pakaian
"Kita juga sedang mempersiapkan tempat pengolahan sampah plastik di Bawuran (Pleret) yang nanti outputnya adalah papan-papan semacam panel-panel yang selanjutnya kita ekspor," ucapnya.
Halim mengatakan, pembangunan tempat pengolahan sampah diharapkan dapat menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Bantul. Saat ini Kabupaten Bantul menghasilkan 170 ton sampah setiap hari.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan apabila TPST telah beroperasi seluruhnya, bukan tidak mungkin Bantul bakal bisa mengelola sampah dari wilayah lain. Hal ini sejalan dengan misi penciptaan industri baru yang bisa mendongkrak ekonomi warga.
"TPST di Bantul banyak karena kita pandang sebagai industri, bukan tempat pembuangan sampah. Karena sampah ini jadi sumber daya ekonomi baru, ini nanti ada uangnya semua ini, RDF yang membeli Cilacap, terus pupuk kompos nantinya dibeli Dinas Pertanian untuk keperluan kompos tanaman holtikultura kita," katanya.
Baca juga: Kurangi Sampah, Amerika Daur Ulang Kantong Plastik Jadi Pakaian
"Kita juga sedang mempersiapkan tempat pengolahan sampah plastik di Bawuran (Pleret) yang nanti outputnya adalah papan-papan semacam panel-panel yang selanjutnya kita ekspor," ucapnya.
Halim mengatakan, pembangunan tempat pengolahan sampah diharapkan dapat menyelesaikan persoalan sampah di Kabupaten Bantul. Saat ini Kabupaten Bantul menghasilkan 170 ton sampah setiap hari.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan apabila TPST telah beroperasi seluruhnya, bukan tidak mungkin Bantul bakal bisa mengelola sampah dari wilayah lain. Hal ini sejalan dengan misi penciptaan industri baru yang bisa mendongkrak ekonomi warga.
"TPST di Bantul banyak karena kita pandang sebagai industri, bukan tempat pembuangan sampah. Karena sampah ini jadi sumber daya ekonomi baru, ini nanti ada uangnya semua ini, RDF yang membeli Cilacap, terus pupuk kompos nantinya dibeli Dinas Pertanian untuk keperluan kompos tanaman holtikultura kita," katanya.
Lihat Juga :