Tanah Bergerak di Bandung Barat Terus Meluas, 40 Bangunan Rusak
Senin, 04 Maret 2024 - 15:39 WIB
loading...
BPBD Jabar menyatakan dampak pergerakan tanah yang melanda Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, KBB terus meluas hingga 40 bangunan rusak. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
BANDUNG BARAT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan dampak pergerakan tanah yang melanda Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus meluas. Akibatnya sebanyak 40 bangunan rusak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin mengatakan, hal ini disebabkan oleh meluasnya pergerakan tanah hingga seluas 2 hektare.
Baca juga: Terdampak Pergerakan Tanah, Ratusan Warga Cigombong Bandung Barat Mengungsi
"Ini diperkirakan luasnya hampir 2 hektare terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 8 dari yang terdampak sekitar 40 bangunan. Selain itu ada juga 1 gedung sekolah serta fasilitas jalan yang rusak (akibat meluasnya pergerakan tanah)," ujar Bambang, Senin (4/3/2024).
Namun, BPBD Jabar memastikan, pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap 192 jiwa yang terdampak di Kecamatan Rongga dan memindahkan proses belajar mengajar untuk salah satu sekolah yang terdampak.
"192 itu terdiri dari 48 KK (kepala keluarga) jadi sudah kita evakuasi sekitar 500 meter dari titik kejadian, termasuk sekolahan juga itu ada 90 siswa sudah kita pindahkan (kegiatan belajarnya)," kata dia.
Sebagai langkah mitigasi, Bambang juga menginstruksikan agar BPBD di kabupaten/kota siaga dan melakukan penelusuran terhadap efek dari kemarau panjang yang terjadi pada beberapa waktu lalu.
Baca juga: Pergerakan Tanah di Bandung Barat Rusak Puluhan Rumah, Warga Cigombong Direlokasi
"Itu sudah kami informasikan ke seluruh BPBD kabupaten/kota karena ini sudah ada peringatan juga dari PVMBG, sehingga ini harus kita antisipasi untuk meminimalisir korban jiwa maupun kerusakan," ucapnya.
Hingga saat ini, BPBD Jabar masih menduga, kejadian ini ada kaitannya dengan musim kemarau. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab adanya pergeseran tanah tersebut dan masih menunggu hasil dalam Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Jadi sebelumnya kita sebelumnya sudah melakukan mitigasi bahwa ini (pergeseran tanah di KBB) bisa saja terjadi akibat adanya retakan-retakan yang disebabkan oleh kemarau panjang, lalu masuknya air hujan. Tapi untuk kesimpulannya, mungkin nanti dari hasil kajian PVMBG," katanya.
Sebagai informasi, Pemerintah KBB sudah menetapkan status tanggap darurat di Kecamatan Rongga selama 12 hari ke depan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin mengatakan, hal ini disebabkan oleh meluasnya pergerakan tanah hingga seluas 2 hektare.
Baca juga: Terdampak Pergerakan Tanah, Ratusan Warga Cigombong Bandung Barat Mengungsi
"Ini diperkirakan luasnya hampir 2 hektare terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 8 dari yang terdampak sekitar 40 bangunan. Selain itu ada juga 1 gedung sekolah serta fasilitas jalan yang rusak (akibat meluasnya pergerakan tanah)," ujar Bambang, Senin (4/3/2024).
Namun, BPBD Jabar memastikan, pihaknya telah melakukan evakuasi terhadap 192 jiwa yang terdampak di Kecamatan Rongga dan memindahkan proses belajar mengajar untuk salah satu sekolah yang terdampak.
"192 itu terdiri dari 48 KK (kepala keluarga) jadi sudah kita evakuasi sekitar 500 meter dari titik kejadian, termasuk sekolahan juga itu ada 90 siswa sudah kita pindahkan (kegiatan belajarnya)," kata dia.
Sebagai langkah mitigasi, Bambang juga menginstruksikan agar BPBD di kabupaten/kota siaga dan melakukan penelusuran terhadap efek dari kemarau panjang yang terjadi pada beberapa waktu lalu.
Baca juga: Pergerakan Tanah di Bandung Barat Rusak Puluhan Rumah, Warga Cigombong Direlokasi
"Itu sudah kami informasikan ke seluruh BPBD kabupaten/kota karena ini sudah ada peringatan juga dari PVMBG, sehingga ini harus kita antisipasi untuk meminimalisir korban jiwa maupun kerusakan," ucapnya.
Hingga saat ini, BPBD Jabar masih menduga, kejadian ini ada kaitannya dengan musim kemarau. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan penyebab adanya pergeseran tanah tersebut dan masih menunggu hasil dalam Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Jadi sebelumnya kita sebelumnya sudah melakukan mitigasi bahwa ini (pergeseran tanah di KBB) bisa saja terjadi akibat adanya retakan-retakan yang disebabkan oleh kemarau panjang, lalu masuknya air hujan. Tapi untuk kesimpulannya, mungkin nanti dari hasil kajian PVMBG," katanya.
Sebagai informasi, Pemerintah KBB sudah menetapkan status tanggap darurat di Kecamatan Rongga selama 12 hari ke depan.
(shf)
Lihat Juga :